
Banyak Pemaser Buru Ikan Mabuk di Ngebe (Foto: Langgeng)
Beberapa hari terakhir, fenomena ikan mabuk kembali terjadi di Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Sejumlah ikan terlihat mengapung dan bergerak lemah di permukaan air. Fenomena yang hampir selalu muncul saat musim kemarau ini diduga dipicu meningkatnya kadar belerang maupun peristiwa upwelling, yakni naiknya massa air dingin dari dasar telaga ke permukaan akibat pergerakan angin. Petani keramba mengalami kerugian karena terpaksa memanen ikan lebih awal, sementara para pemburu ikan justru memanfaatkan momen tersebut untuk mendapatkan hasil tangkapan melimpah.
Pegiat Komunitas Mancing Mania Ponorogo, Eko Handoyo, mengatakan fenomena ikan mabuk selalu menjadi perhatian para pemburu ikan atau pemaser. Menurutnya, begitu kabar ikan mabuk menyebar, banyak pemaser dari Ponorogo maupun daerah sekitar langsung berdatangan ke Telaga Ngebel untuk berburu ikan yang kondisinya sudah lemah.
“Fenomena ini memang hampir terjadi setiap tahun. Begitu ada informasi ikan mabuk, teman-teman pemaser dari Ponorogo hingga luar daerah langsung datang ke Telaga Ngebel. Ikan yang sudah klenger sangat mudah ditangkap, sehingga hasil tangkapannya biasanya cukup banyak, terutama ikan nila,” ujar Eko Handoyo.
Eko menjelaskan, para pemburu ikan menggunakan berbagai cara untuk memperoleh hasil tangkapan. Sebagian memilih menunggu di tepian telaga, sementara lainnya menggunakan perahu agar dapat menjangkau lokasi yang lebih jauh. Ikan hasil tangkapan tersebut sebagian dijual kepada masyarakat, sedangkan sebagian lainnya dikonsumsi sendiri.
Menurutnya, kondisi ini justru berbanding terbalik dengan para pemancing. Saat ikan mengalami mabuk akibat perubahan kondisi air, ikan kehilangan nafsu makan sehingga umpan yang dipasang pemancing tidak dihiraukan. Akibatnya, aktivitas memancing menjadi jauh lebih sulit dibandingkan hari-hari biasa.
“Kalau bagi pemancing, kondisi seperti ini justru merugikan. Ikan yang mabuk tidak tertarik makan umpan, sehingga hasil pancingan hampir tidak ada. Berbeda dengan pemaser yang justru sangat diuntungkan karena ikan mudah ditemukan di permukaan air,” katanya.
Fenomena ikan mabuk di Telaga Ngebel diperkirakan masih akan berlangsung selama kondisi cuaca kemarau dan angin kencang terus terjadi. Masyarakat berharap kondisi perairan segera kembali normal agar aktivitas budidaya ikan di keramba maupun kegiatan perikanan lainnya dapat berjalan seperti biasa tanpa menimbulkan kerugian bagi para petani.



