
DLH Banyak Menerima Permintaan Pemangkasan Pohon (Foto: Ilustrasi)
Musim kemarau yang disertai angin kencang membuat permintaan pemangkasan pohon kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Banyaknya pohon peneduh di tepi jalan yang dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan mendorong masyarakat mengajukan permohonan pemangkasan agar tidak terjadi pohon tumbang maupun dahan patah saat angin bertiup kencang.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Pertamanan DLH Kabupaten Ponorogo, Adi Fahrianto, mengatakan hampir setiap hari pihaknya menerima surat permohonan pemangkasan pohon dari masyarakat. Meski demikian, DLH menerapkan skala prioritas dengan mendahulukan pohon yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat serta berpotensi mengganggu aktivitas di jalan raya.
“Hampir setiap hari ada surat permohonan pemangkasan pohon yang masuk ke DLH. Namun kami menerapkan skala prioritas dengan mengutamakan lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. Selain menindaklanjuti laporan warga, kami juga rutin menyisir pohon-pohon peneduh di sepanjang jalan yang sudah waktunya dipangkas atau kondisinya sudah tua sehingga rawan tumbang,” ujar Adi Fahrianto.
Ia menjelaskan, tim DLH secara rutin melakukan inspeksi terhadap pohon-pohon peneduh di sejumlah ruas jalan. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi dahan, ranting, maupun batang pohon yang berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim kemarau yang identik dengan angin kencang.
Menurut Adi, beberapa hari lalu sempat terjadi pohon tumbang di wilayah Desa Plalangan, Kecamatan Jenangan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Setelah menerima laporan, DLH langsung berkoordinasi dengan Polsek Jenangan, Dinas Perhubungan, serta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional melalui Bina Marga Provinsi Jawa Timur karena lokasi kejadian berada di ruas jalan provinsi.
“Selain melakukan pemangkasan pohon, kami juga tetap menjalankan perawatan tanaman di ruang terbuka hijau. Setiap hari kami mengerahkan tiga tangki air untuk menyiram pohon dan tanaman bunga di median jalan agar tidak mati selama musim kemarau. Kami juga mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan pohon yang miring, lapuk, atau berpotensi tumbang agar bisa segera kami tangani,” pungkasnya.
DLH Ponorogo memastikan kegiatan pemangkasan dan perawatan pohon akan terus dilakukan selama musim kemarau berlangsung. Langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko pohon tumbang sekaligus menjaga keselamatan masyarakat yang beraktivitas di ruang publik.



