
Terop Hajatan Terbang karna Angin Kencang Tersangkut di Atap Warga (Foto: Yudi)
Peristiwa angin kencang menerjang kawasan Dukuh Tengah, Desa Candi, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, pada Jumat siang (24/7/2026). Hembusan angin yang berlangsung hanya sekitar satu hingga dua menit itu mengakibatkan sebuah terop atau tenda hajatan milik warga rusak parah setelah terbang dan tersangkut di atap rumah warga. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena seluruh rangkaian hajatan telah selesai dilaksanakan sehari sebelumnya.
Sekretaris Desa Candi, Yohan Apringguwan Wicaksono, mengatakan angin kencang datang secara tiba-tiba dan membuat warga yang berada di sekitar lokasi langsung berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Kekuatan angin membuat rangka terop terangkat hingga menghantam bagian atap rumah di sekitar lokasi hajatan.
“Anginnya datang sangat cepat dan hanya berlangsung sekitar satu sampai dua menit. Namun kekuatannya cukup besar hingga menerbangkan rangka terop dan menimpa atap rumah warga. Warga yang melihat kejadian itu langsung berlarian keluar rumah karena khawatir tertimpa material yang beterbangan,” ujar Yohan Apringguwan Wicaksono.
Ia menjelaskan, kerusakan paling parah terjadi pada bagian atap dan genteng rumah pemilik hajatan yang tertimpa rangka besi terop. Beruntung, saat kejadian tidak ada aktivitas resepsi karena hajatan telah selesai digelar pada Kamis sebelumnya. Warga saat itu hanya bersiap membongkar tenda dan mengembalikan perlengkapan sewaan kepada pemiliknya.
Kondisi tersebut membuat potensi jatuhnya korban jiwa dapat dihindari. Meski demikian, sejumlah bagian genteng dan atap rumah mengalami kerusakan sehingga harus segera diperbaiki agar tidak menimbulkan kerusakan lebih lanjut apabila turun hujan.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa karena hajatan sudah selesai sehari sebelumnya. Saat kejadian warga hanya bersiap membongkar tenda. Setelah angin reda, warga RT setempat langsung bergotong royong membersihkan material yang berserakan sekaligus memperbaiki bagian atap rumah yang rusak agar kondisinya kembali aman,” tambahnya.
Usai kejadian, warga bersama perangkat desa bergotong royong membongkar sisa rangka terop yang masih tersangkut di atap rumah. Kerja bakti dilakukan untuk mempercepat proses pembersihan sekaligus memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan akibat terjangan angin kencang.
Pemerintah Desa Candi juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi selama masa peralihan musim. Warga diminta memastikan tenda, papan reklame, maupun benda-benda yang mudah diterbangkan angin telah terpasang dengan kuat guna mengurangi risiko kerusakan maupun kecelakaan apabila angin kencang kembali terjadi.



