
Lokasi Dua Gerai KDKMP Berdekatan, ini Penjelasan Dandim Ponorogo (Foto: Yudi)
Keberadaan dua gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang lokasinya hanya berjarak beberapa meter di Kabupaten Ponorogo sempat menjadi sorotan masyarakat. Kedekatan lokasi kedua koperasi tersebut memunculkan kekhawatiran akan terjadinya persaingan dalam menarik konsumen. Namun, pemerintah memastikan kondisi tersebut tidak akan menjadi persoalan karena KDKMP memiliki konsep pelayanan yang berbeda dengan toko ritel modern.
Dandim 0802 Ponorogo, Letkol Arh Farouk Saputra, mengatakan KDKMP dibentuk bukan untuk saling berebut pembeli, melainkan sebagai koperasi yang berbasis keanggotaan dan melayani kebutuhan masyarakat di wilayah desa masing-masing. Menurutnya, setiap koperasi memiliki anggota, wilayah pelayanan, serta sasaran yang sudah ditetapkan sehingga tidak akan saling mengambil pangsa pelayanan meski lokasinya berdekatan.
“Sejak awal Koperasi Desa Merah Putih tidak dibangun seperti toko ritel modern yang bersaing mencari konsumen. Setiap koperasi memiliki anggota dan wilayah pelayanan masing-masing, sehingga keberadaan dua koperasi yang berdekatan justru diharapkan mampu memperkuat pelayanan ekonomi masyarakat desa, bukan saling bersaing,” ujar Letkol Arh Farouk.
Ia menjelaskan, salah satu fungsi utama KDKMP adalah menjadi saluran distribusi berbagai komoditas bersubsidi dari pemerintah. Penyaluran dilakukan berdasarkan data warga penerima manfaat di masing-masing desa, sehingga setiap koperasi memiliki sasaran yang berbeda. Dengan mekanisme tersebut, tidak akan terjadi tumpang tindih pelayanan meskipun bangunan koperasi berada dalam lokasi yang berdekatan.
Sementara itu, untuk produk non-subsidi, KDKMP tetap dapat melayani masyarakat secara umum sesuai mekanisme koperasi. Letkol Farouk menegaskan bahwa penentuan lokasi pembangunan KDKMP tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan melalui musyawarah desa dengan mempertimbangkan berbagai aspek, seperti kemudahan akses masyarakat, ketersediaan lahan, hingga kebutuhan pelayanan ekonomi di wilayah tersebut.
“Lokasi pembangunan sudah melalui proses musyawarah dan mempertimbangkan berbagai aspek. Ke depan, kami berharap Koperasi Desa Merah Putih benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi desa dengan menghubungkan berbagai program pemerintah agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Letkol Farouk mengungkapkan KDKMP juga memiliki peluang besar untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), koperasi dapat menjadi bagian dari rantai pasok bahan pangan yang dibutuhkan dalam program tersebut.
Menurutnya, apabila keterlibatan koperasi dapat dioptimalkan, hasil produksi petani dan pelaku usaha desa akan terserap untuk memenuhi kebutuhan MBG. Dengan demikian, perputaran ekonomi akan tetap berlangsung di tingkat desa dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat setempat.



