
Survey Jamarot
Kementerian Haji dan Umrah (KHU) mengeluarkan imbauan kepada seluruh jemaah haji agar menjaga kondisi fisik menjelang fase krusial ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Imbauan tersebut bertujuan memastikan jemaah memiliki kesiapan energi yang prima saat menjalani puncak ibadah haji.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) asal Ponorogo, Tantowi Mudhofar mengatakan, pihaknya terus memberikan edukasi kepada para jemaah agar tidak memaksakan diri dalam beribadah, terutama ibadah sunnah.
“Kami terus mengedukasi jamaah agar menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri, apalagi menjelang fase Armuzna,” ujar Tantowi Mudhofar.
Menurutnya, meningkatnya kepadatan di Makkah dan Madinah membuat sebagian jemaah kerap memforsir tenaga demi mengejar ibadah sunnah seperti umrah berulang kali maupun salat berjamaah di masjid, meski kondisi tubuh tidak memungkinkan.
“Banyak jamaah yang memaksakan diri mengejar ibadah sunnah padahal kondisi fisiknya kurang mendukung,” imbuhnya.
Kondisi tersebut dinilai lebih berisiko bagi jemaah lanjut usia (lansia) maupun yang memiliki risiko kesehatan tinggi. Oleh karena itu, menjaga kebugaran tubuh sebelum memasuki fase Armuzna menjadi bagian penting dari tanggung jawab ibadah.
“Menjaga kesehatan itu bagian dari ibadah, karena rukun haji jauh lebih penting dibandingkan mengejar sunnah yang justru bisa menguras tenaga,” jelasnya.
Ia menambahkan, cuaca ekstrem di Arab Saudi serta mobilisasi jemaah yang sangat besar menjadi tantangan tersendiri yang menuntut kondisi fisik tetap stabil.
“Cuaca yang sangat panas dan mobilitas jamaah yang tinggi menjadi tantangan, sehingga kondisi fisik harus benar-benar dijaga,” katanya.
Pihaknya pun mengimbau seluruh jemaah haji, khususnya asal Ponorogo, untuk bijak dalam mengatur aktivitas ibadah agar seluruh rangkaian haji dapat dijalani dengan lancar dan aman.
“Kami mengimbau jamaah untuk menjaga kondisi dan tidak memaksakan diri agar ibadah haji bisa berjalan lancar,” pungkas Tantowi Mudhofar.



