
praktek peserta sertifikasi juleha
Kebutuhan juru sembelih halal atau juleha bersertifikat di Ponorogo dinilai masih jauh dari ideal. Menjelang Hari Raya Iduladha, Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo kembali menambah peserta sertifikasi juleha guna menjamin proses penyembelihan hewan kurban berjalan sesuai syariat Islam.
Kepala Kementerian Agama Ponorogo, M Thohari mengatakan, tahun ini pihaknya menambah sekitar 200 peserta dalam pelatihan dan sertifikasi juleha.
“Kami kembali menambah sekitar 200 peserta sertifikasi juleha menjelang Iduladha tahun ini,” ujar M Thohari.
Menurutnya, saat ini jumlah juleha bersertifikat di Ponorogo baru sekitar 500 orang. Jumlah tersebut dinilai masih belum mampu memenuhi kebutuhan penyembelihan hewan kurban yang tersebar di ribuan masjid dan musala.
“Jumlah juleha bersertifikat saat ini sekitar 500 orang dan itu masih kurang,” imbuhnya.
Berdasarkan data Kemenag Ponorogo, saat ini terdapat sekitar 2.379 masjid dan 3.613 musala di wilayah Ponorogo. Dengan jumlah tersebut, kebutuhan tenaga juru sembelih halal saat Iduladha diperkirakan sangat tinggi.
“Kalau satu masjid atau musala minimal satu hewan kurban saja, tenaga juleha masih belum mencukupi untuk disebar,” jelas Thohari.
Meski jumlah tenaga juleha bersertifikat masih terbatas, pihak Kemenag tetap meminta pengurus masjid dan musala memprioritaskan penggunaan tenaga penyembelih yang telah memiliki sertifikat kompetensi.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai tata cara penyembelihan hewan sesuai syariat Islam, mulai dari penggunaan alat tajam, teknik pemotongan hingga memastikan hewan tidak tersiksa saat disembelih.
“Peserta diajari bagaimana penyembelihan sesuai syariat, penggunaan pisau yang tepat sampai teknik pemotongan yang benar agar hewan tidak tersiksa,” katanya.
Thohari menegaskan, keberadaan juleha bersertifikat sangat penting untuk menjamin kehalalan daging kurban yang nantinya dibagikan kepada masyarakat.
“Keberadaan juleha bersertifikat ini penting untuk memastikan proses penyembelihan benar dan daging kurban yang dibagikan benar-benar halal,” pungkasnya.



