
poster perbaikan jalan kesugihan ngebel
Tak sabar menunggu proyek perbaikan dari pemerintah, warga Dukuh Plaosan, Desa Kesugihan, Kecamatan Pulung, Ponorogo akhirnya turun langsung memperbaiki jalan rusak di wilayah mereka secara swadaya.
Warga secara sukarela menggelar kerja bakti dan mengumpulkan dana pribadi untuk membeli material perbaikan jalan yang selama ini rusak parah dan kerap memicu kecelakaan.
Kepala Desa Kesugihan, Sugeng Riyanto mengatakan, hingga saat ini dana swadaya yang berhasil terkumpul dari warga mencapai sekitar Rp7 juta.
“Dana yang sudah terkumpul sekitar tujuh juta rupiah dan akan digunakan untuk membeli material seperti semen, pasir dan koral,” ujar Sugeng Riyanto.
Menurutnya, pada tahap awal perbaikan akan difokuskan di wilayah Dukuh Plaosan karena kerusakan jalan di titik tersebut dinilai paling parah dibanding lokasi lainnya.
“Untuk sementara difokuskan dulu di Dukuh Plaosan karena kerusakannya paling parah,” imbuhnya.
Namun apabila dana swadaya yang terkumpul nantinya bertambah, perbaikan akan dilanjutkan ke titik kerusakan lainnya di sepanjang ruas jalan tersebut.
Sugeng mengakui, gerakan swadaya warga muncul karena banyaknya pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan tunggal akibat kondisi jalan berlubang dan rusak.
“Sudah banyak pengendara yang jatuh karena jalan berlubang, makanya warga akhirnya bergerak sendiri,” jelasnya.
Ia menyebut, jika dihitung total ruas jalan yang mengalami kerusakan cukup parah mencapai sekitar tiga kilometer, mulai dari aspal mengelupas hingga lubang yang tersebar di banyak titik.
“Kurang lebih ada tiga kilometer jalan yang rusaknya cukup parah,” katanya.
Ironisnya, jalan yang berstatus jalan PU tersebut disebut telah mengalami kerusakan selama puluhan tahun namun belum tersentuh perbaikan signifikan. Padahal, jalur tersebut merupakan akses wisata yang cukup ramai dilalui kendaraan dari luar daerah.
“Banyak wisatawan dari Trenggalek dan Tulungagung yang lewat jalur Kesugihan Pulung kalau mau ke Telaga Ngebel,” pungkas Sugeng Riyanto.



