
Lurah Tonatan, Agus Subagyo membantah anggapan bahwa penyebab kecelakaan tunggal di simpang empat Unmer Ponorogo akibat speed bump atau gundukan aspal yang terlalu tinggi. Menurutnya, kecelakaan masih terjadi karena kurang hati-hatinya pengendara saat melintas di kawasan tersebut.
Agus menilai, pemasangan speed bump justru bertujuan agar pengendara mengurangi kecepatan ketika melintasi perempatan. Namun dalam praktiknya, masih banyak pengendara sepeda motor yang melaju dengan kecepatan tinggi sehingga terkejut saat melewati gundukan jalan tersebut.
“Fungsi speed bump itu supaya pengendara mengurangi kecepatan saat masuk perempatan. Tapi kenyataannya masih banyak yang melaju kencang, akhirnya ketika ada gundukan mereka kaget dan tidak bisa mengendalikan motor,” jelasnya.
Ia mengakui, rekaman CCTV kecelakaan tunggal di lokasi tersebut sempat viral di media sosial dan memunculkan banyak komentar netizen yang menyebut speed bump terlalu tinggi hingga menjadi penyebab kecelakaan.
“Memang videonya viral dan banyak komentar yang menilai speed bump terlalu tinggi. Tapi ini tetap akan menjadi evaluasi bersama,” imbuh Agus.
Pihak kelurahan, lanjut Agus, akan terus berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Polres Ponorogo untuk mencari solusi terbaik demi meningkatkan keselamatan pengguna jalan di kawasan simpang empat Unmer.
Salah satu usulan yang tengah dipertimbangkan yakni pemasangan lampu flash atau lampu peringatan agar pengendara lebih waspada, terutama saat melintas pada malam hari.
“Kami juga mengusulkan pemasangan lampu flash supaya pengguna jalan lebih berhati-hati, khususnya pada malam hari,” tutupnya.



