
Pekerja Migran Indonesia asal desa Sawoo Mengalami stroke di taiwan, keluarga berharap bisa dipulangkan. (Foto/Siti)
Nasib malang menimpa Dedi pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Dusun Limo Desa Prayungan, Kecamatan Sawoo, Ponorogo. Lelaki berusia 52 tahun itu kini tergolek lemah di rumah sakit di Taiwan karena terkena serangan stroke. Keluarga saat ini tengah berupaya agar yang bersangkutan bisa dipulangkan ke tanah air.
Siti Khadijah Istri Dedi kepada gema surya mengungkapkan kesedihannya lantaran suaminya tersebut belum lama bekerja di Taiwan. Ibaratnya ingin mencari peruntungan dengan mengubah nasib keluarga agar lebih baik, namun kenyataannya musibah yang harus dihadapi. Selain cemas dengan keadaan suaminya yang belum sadar, kini ia juga harus menanggung utang yang belum lunas untuk keberangkatan suaminya ke Taiwan. Hal ini ia sampaikan saat dikonfirmasi Jum’at (24/04)
Lebih lanjut dijelaskan, baru satu tahun satu Bulan bekerja, suaminya tiba-tiba di-PHK oleh perusahaan. Saat mendapatkan pekerjaan baru, suaminya justru sakit. Diceritakan, Senin, 20 April 2026 lalu, seusai Magrib, suaminya pamit hendak makan. Ia sempat melakukan panggilan video dan berbincang seperti biasanya. Namun tiba-tiba suaminya mengeluh sakit kepala dan jatuh.
Tiga temannya yang saat itu berada di mess langsung memberikan pertolongan dan membawa ke rumah sakit terdekat. Karena tidak ada biaya untuk rawat inap, akhirnya hanya diberikan obat oleh dokter dan diperbolehkan pulang. Suaminya didiagnosis mengalami penyumbatan di kepala. Selama di mess, kondisi kesehatannya terus memburuk sehingga akhirnya dibawa kembali ke rumah sakit.
Dengan bantuan beberapa donatur sesama rekan kerja, kemudian suaminya bisa dirawat inap, namun kondisinya sudah tidak sadar. Menurutnya, suaminya berangkat secara resmi melalui sebuah perusahaan di Jakarta. Hasil koordinasi dengan agency menyatakan akan bertanggung jawab untuk membantu pemulangan.
Saat ini, ia tidak memiliki dana sama sekali dan harus menanggung banyak utang. Harapannya, kondisi kesehatan suaminya bisa semakin membaik dan dapat dipulangkan ke kampung halaman.



