
Meski pemerintah tidak menaikkan harga BBM bersubsidi akibat perang Iran melawan Amerika dan Israel, sejumlah komoditas mulai mengalami kenaikan. Kenaikan harga plastik, misalnya, berdampak pada pelaku usaha kecil dan menengah karena keuntungan yang diperoleh menjadi menipis. Selain itu, harga minyak goreng juga ikut naik, yang kembali memukul pelaku UMKM dan konsumen.
Pengamat ekonomi Sayid Abas saat dimintai pendapat menyampaikan bahwa secara geografis, wilayah Ponorogo tidak terdampak langsung oleh perang. Namun, efek geopolitik menyebabkan beberapa komoditas mengalami kenaikan harga sehingga memengaruhi daya beli masyarakat di daerah.
“Masyarakat tentu tidak bisa mencegah, namun bisa mengantisipasi dampak geopolitik terhadap perekonomian,” ujarnya.
Menurut Sayid Abas, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengantisipasi kondisi tersebut. Di antaranya dengan mengamankan pengeluaran harian, seperti mengurangi jajan atau belanja yang tidak penting dan mengutamakan kebutuhan pangan serta kebutuhan pokok. Selain itu, masyarakat disarankan membeli stok kebutuhan secukupnya saat harga masih normal dan tidak melakukan panic buying.
Langkah berikutnya adalah menjaga cash flow dan dana darurat, yakni dengan menyimpan dana untuk kebutuhan bulanan di tempat yang mudah dicairkan serta menunda pengambilan cicilan baru kecuali benar-benar dibutuhkan. Masyarakat juga diimbau untuk menghemat energi dan biaya transportasi.
Tak hanya itu, masyarakat bisa mencari penghasilan tambahan, seperti berjualan online, membuka jasa sampingan, atau mengoptimalkan potensi lokal.
Sementara itu, pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah dengan melindungi warga rentan, menjaga stok pangan lokal, mendukung UMKM, serta melakukan efisiensi anggaran.



