
Nasib apes menimpa Jacky, seorang kurir asal Jalan Wibisono, Ponorogo. Bagaimana tidak, ia harus kehilangan uang, waktu, dan tenaga akibat orderan fiktif yang diterimanya.
Ceritanya, pada Senin sore, 6 April 2026, sekitar pukul 16.00, Jacky menerima pesan melalui WhatsApp dari seorang customer atas nama Putri yang membagikan lokasi di Perumahan Bangunsari. Konsumen tersebut meminta dibelikan susu, tepung jagung, dan sejumlah jajanan kemasan di Indomaret.
Usai berbelanja dan membayar di kasir, customer kembali menghubunginya dan meminta diisikan pulsa sebesar Rp50 ribu. Saat itu, uang sisa yang dimilikinya hanya Rp10 ribu, namun yang bersangkutan tidak keberatan. Total uang yang sudah dikeluarkan pun mencapai sekitar Rp125 ribu.
Lebih lanjut dikatakan, ketika barang hendak diantar sesuai lokasi yang dikirim, seluruh chat WhatsApp customer tersebut tiba-tiba ditarik. Saat dihubungi kembali, nomor ponselnya sudah tidak aktif. Dari situlah perasaannya mulai tidak enak karena khawatir menjadi korban penipuan.
Kekhawatirannya terbukti ketika semua barang pesanan diantar ke lokasi. Ternyata rumah di Perumahan Bangunsari sesuai titik lokasi yang dibagikan dalam keadaan tutup. Saat ditanyakan kepada petugas satpam, tidak ada penghuni bernama Putri.
Sejauh ini, ia belum melapor ke polisi. Namun sebagai peringatan agar kejadian serupa tidak menimpa kurir lain, Jacky memilih membagikan pengalamannya tersebut ke media sosial.
Pasca unggahannya viral di media sosial, ternyata banyak kurir lain yang mengaku mengalami nasib serupa dengan pelaku yang sama, jika dilihat dari nomor telepon maupun akun WhatsApp yang digunakan.



