
Foto : ilustrasi
Kenaikan harga plastik yang terjadi sejak libur Lebaran lalu berdampak luas terhadap para pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) di Ponorogo. Hampir seluruh sektor usaha merasakan imbasnya karena plastik menjadi kebutuhan utama untuk kemasan maupun wadah produk.
Hal tersebut disampaikan Ketua Forum IKM Ponorogo, Sunarto, menanggapi lonjakan harga plastik yang dinilai cukup fantastis dalam beberapa pekan terakhir.
“Semua pelaku UMKM terdampak. Banyak pengusaha yang mengeluh karena akhirnya harus menaikkan harga produknya agar tidak merugi,” ujar Sunarto.
Menurutnya, dampak kenaikan ini tidak hanya dirasakan pedagang kuliner makanan dan minuman, tetapi juga berbagai jenis usaha lainnya yang sama-sama membutuhkan plastik sebagai wadah maupun kemasan.
Ia menambahkan, konsumen saat ini juga sudah terbiasa menggantungkan bungkus atau packing kepada penjual, sehingga pelaku usaha sulit mengurangi penggunaan plastik secara drastis.
“Kenaikan terjadi pada berbagai produk polipropilena, bahkan mencapai 40 persen, mulai dari plastik es, tas kresek, hingga thinwall untuk wadah makanan,” jelasnya.
Sunarto menyebut, para pelaku usaha tidak bisa berbuat banyak karena kenaikan harga plastik dipicu terganggunya pasokan minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.
Selain menyiasati dengan menaikkan harga produk, sebagian pelaku usaha juga mulai membatasi pemberian kantong plastik kepada konsumen sebagai langkah efisiensi.
“Sebagian ada yang menaikkan harga jual, ada juga yang mulai membatasi pemberian kantong plastik supaya beban biaya tidak terlalu besar,” urainya.



