
Obyek wisata Telaga Ngebel, Ponorogo, masih menjadi destinasi favorit di Kota Reog. Selama libur Lebaran, mulai 21 hingga 29 Maret 2026, kawasan wisata andalan tersebut mampu menyumbang pendapatan daerah hingga Rp381 juta, dengan jumlah pengunjung menembus 25 ribu orang.
Tingginya animo wisatawan ini di sisi lain memunculkan persoalan baru, yakni keterbatasan fasilitas umum yang menyebabkan penumpukan pengunjung hanya terjadi di satu titik, terutama di kawasan dermaga atau depan lapangan.
Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo, Dwi Santoso, mengakui kondisi tersebut. Menurutnya, banyak masukan dari masyarakat agar ada penambahan ruang publik di kawasan obyek wisata Telaga Ngebel supaya konsentrasi pengunjung tidak hanya terpusat di dermaga.
“Banyak masukan dari masyarakat agar ada penambahan ruang publik di kawasan Telaga Ngebel, sehingga penumpukan pengunjung tidak hanya terjadi di dermaga saja,” ujar Dwi Santoso.
Pihaknya berupaya mewujudkan usulan tersebut, namun saat ini masih terkendala keterbatasan anggaran.
Ia menjelaskan, salah satu fasilitas yang menjadi daya tarik wisatawan adalah air mancur menari atau water fountain. Saat libur Lebaran kemarin, fasilitas tersebut dinyalakan sejak siang hingga malam hari untuk menambah kenyamanan dan hiburan bagi pengunjung.
“Ke depan kami akan menambah banyak ruang publik untuk memecah konsentrasi pengunjung, bisa berupa taman, spot foto selfie, maupun gazebo di sejumlah titik,” tambahnya.
Dengan adanya penambahan fasilitas tersebut, diharapkan kunjungan wisatawan ke Telaga Ngebel tetap tinggi sekaligus memberikan kenyamanan lebih bagi para pengunjung.



