
Salah satu bangunan KDKMP di Ponorogo yang sudah selesai dibangun. (Foto/Yudi)
Progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Ponorogo terus dipercepat. Memasuki bulan ketiga tahun 2026, setidaknya 36 bangunan koperasi dipastikan telah rampung 100 persen. Dari total 307 desa/kelurahan, sebanyak 262 titik KDKMP tersebar di Ponorogo. Rinciannya, 36 bangunan telah selesai 100 persen, sementara 226 bangunan lainnya masih dalam proses pengerjaan.
Komandan Kodim 0802 Ponorogo,Letkol Arhanud Farauk Saputra Senin (30/03) mengatakan progres pembangunan pun bervariasi, mulai dari setengah jadi hingga mendekati rampung dan hanya menyisakan pekerjaan finishing. Sementara itu, 45 desa atau kelurahan yang belum terbangun KDKMP masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satu kendala utama adalah kebutuhan lahan yang belum sesuai dengan spesifikasi bangunan yang dibutuhkan.
Kondisi tersebut terutama terjadi di wilayah kelurahan yang tidak memiliki tanah kas desa (TKD), serta desa-desa yang berada di kawasan pegunungan. Untuk mengatasi persoalan itu, pihak terkait terus berkoordinasi dengan Perhutani dan Pemerintah Kabupaten Ponorogo guna mencari solusi penyediaan lahan.
Untuk kawasan pegunungan, desa yang tidak memiliki lahan datar direncanakan melakukan pembebasan lahan melalui koordinasi dengan Kementerian Kehutanan. Sedangkan di wilayah kota atau kelurahan, lahan akan diajukan dengan skema peminjaman aset milik Pemkab Ponorogo. Bahkan, beberapa warga dilaporkan bersedia melakukan tukar guling lahan mereka demi mendukung pembangunan KDKMP.
Terkait izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang sempat menjadi kendala di beberapa daerah, persyaratan tersebut dipastikan akan dituntaskan secara kolektif oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) sebagai BUMN yang ditunjuk menangani KDKMP. Dengan demikian, desa-desa dipastikan tidak perlu khawatir terhadap persoalan administrasi tersebut.



