
Pergudangan bulog di Daerah Babadan Kabupaten Ponorogo. (Foto/Istimewa)
Bulog Ponorogo mengklaim telah melakukan serapan jagung sekitar 70 persen atau 6.100 ton dari target yang ditentukan sebanyak 9.055 ton pada tahun 2026. Serapan jagung sebesar 70 persen tersebut dilakukan sejak akhir Februari hingga awal Maret lalu. Pimpinan Bulog Ponorogo, Budiawan Susanto Pada Selasa (10/03) menyampaikan jumlah serapan tersebut berasal dari tiga kabupaten, yakni Ponorogo, Pacitan, dan Magetan.
Hasil tersebut merupakan kerja keras semua pihak, baik Polres maupun pemerintah kabupaten di masing-masing wilayah. Namun, Budiawan memberikan apresiasi lebih kepada Polres Ponorogo dan instansi terkait. Pasalnya, dari total 6.100 ton jagung yang terserap, sebagian besar atau sekitar 5.250 ton merupakan hasil kerja keras Polres Ponorogo.
Lebih lanjut Budiawan mengatakan, untuk penyaluran jagung pihaknya masih menunggu instruksi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Jika berkaca pada pengalaman tahun lalu, jagung disalurkan kepada para peternak ayam sesuai dengan nama, alamat, serta jumlah yang diterima masing-masing peternak.
Pihaknya berharap pada pertengahan tahun ini capaian target serapan dapat terpenuhi. Saat ini, jagung tersebut disimpan di beberapa gudang Bulog yang berada di Ponorogo dan Magetan.



