
Dua rumah di Desa Tumpuk Sawoo, Kecamatan Ponorogo, dilaporkan rusak parah akibat angin kencang yang melanda kawasan tersebut dalam lima hari terakhir. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 28 Februari 2026, dan Selasa, 3 Maret 2026.
Dua rumah yang terdampak masing-masing milik Turut dan Murniati. Rumah Turut mengalami kerusakan pada bagian atap setelah tertimpa pohon pinus saat angin kencang menerjang pada Sabtu (28/2/2026). Sementara itu, rumah Murniati dilaporkan rata dengan tanah pada Selasa (3/3/2026).
Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Kepala Desa Tumpuk Sawoo, Imam Sulardi, mengatakan wilayahnya memang dilanda angin kencang secara berturut-turut dalam beberapa hari terakhir.
“Angin kencang sudah terjadi sekitar lima hari ini. Untuk kejadian rumah roboh dan tertimpa pohon, sudah kami laporkan ke BPBD dan Dinas Sosial agar segera mendapat penanganan,” ujar Imam Sulardi.
Ia menjelaskan, untuk rumah Turut, kerugian ditaksir berkisar antara Rp15 juta hingga Rp20 juta karena sebagian besar atap mengalami kerusakan parah.
“Kalau rumah Pak Turut kerugiannya sekitar 15 sampai 20 juta rupiah. Atapnya hancur karena tertimpa pohon pinus,” jelasnya.
Sementara itu, kerusakan rumah Murniati dinilai lebih parah dengan taksiran kerugian mencapai sekitar Rp50 juta. Bagian dapur dan gudang rumah tersebut dilaporkan rata dengan tanah.
“Untuk rumah Bu Murniati kerugiannya kurang lebih 50 juta rupiah, karena dapur dan gudangnya rata dengan tanah,” tambahnya.
Imam juga menyebutkan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyalurkan bantuan logistik kepada Turut. Sedangkan untuk rumah Murniati, petugas masih melakukan asesmen guna menentukan bentuk bantuan yang akan diberikan.
“BPBD kemarin sudah menyalurkan bantuan logistik untuk Pak Turut. Untuk Bu Murniati saat ini masih dalam tahap asesmen,” tutupnya.



