
7 kepala keluarga (KK) di Dukuh Jalen, Desa Jalen, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, kini tak lagi harus menyeberangi sungai saat mengantar anak sekolah maupun menjalankan aktivitas sehari-hari. Hal ini setelah Tentara Nasional Indonesia (TNI) membangun akses penghubung berupa jembatan gantung melalui Program Jembatan Perintis Garuda.
Kepala Desa Jalen Balong, Triyono, mengatakan sebelum adanya jembatan tersebut, warganya seakan hidup terisolasi karena terpisah aliran sungai.
“Selama ini warga kalau mau ke Desa Jalen harus menyeberangi sungai. Kondisinya cukup berisiko, terutama saat debit air meningkat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi paling memprihatinkan terjadi ketika ada warga yang meninggal dunia. Pasalnya, lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) berada di seberang sungai.
“Kalau ada yang meninggal, keranda harus digotong menyeberangi sungai. Kadang arusnya cukup deras, sehingga menyulitkan warga,” jelasnya.
Sebenarnya terdapat akses jalan alternatif yang bisa ditempuh. Namun warga harus memutar cukup jauh melewati beberapa desa, seperti Dadapan dan Singkil, dengan jarak tempuh lebih dari dua kilometer.
Jembatan Gantung Garuda tersebut dibangun sejak Desember 2025 dan rampung pada Februari 2026 dengan panjang sekitar 36 meter. Kehadiran jembatan ini diharapkan membawa dampak positif bagi warga.
“Dengan adanya jembatan ini, aktivitas warga menjadi lebih mudah. Kami berharap akses yang lebih baik ini juga bisa mendorong pertumbuhan sektor pertanian, pendidikan, dan perekonomian desa secara berkelanjutan,” pungkas Triyono.



