
Polres Ponorogo tetap mengembangkan kasus penemuan pelajar 14 tahun di dalam sumur. Gandeng RS Bhayangkara Kediri lakukan autopsi. (Dok. Gema Surya)
Satreskrim Polres Ponorogo terus melakukan penyelidikan terkait pelajar berusia 14 tahun berinisial AS, warga Bululor, Kecamatan Jambon, yang ditemukan tewas membusuk di dalam sumur sedalam sekitar 30 meter pada Senin pagi (9/2/26).
Bahkan, pihaknya mendatangkan Tim Forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri untuk melakukan autopsi pada mayat tersebut.
AKBP Anton Wisnu Sudibyo, Kapolres Ponorogo, mengatakan bahwa pihaknya mendatangkan Tim Forensik dari RS Bhayangkara Kediri.
Autopsi tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian remaja tersebut, apakah pelajar tersebut tercebur ke sumur dalam kondisi masih hidup atau sudah meninggal dunia.
Pihaknya pun menggali keterangan dari beberapa saksi agar penyebab kematian pelajar tersebut menjadi lebih terang benderang. Saksi-saksi tersebut berasal dari pihak keluarga, sekolah, dan warga sekitar.
Lanjut AKBP Anton Wisnu Sudibyo, pihaknya juga mengamankan ponsel milik korban sebagai salah satu barang bukti untuk keperluan penyelidikan.
“Biar hasilnya objektif untuk menentukan apakah kematian pelajar ini ada unsur tindak pidana atau unsur lainnya,” tuturnya.
Menurutnya, dari hasil olah TKP, sumur tersebut sudah tidak digunakan dengan kedalaman sekitar 40 meter. Awalnya, pada hari Sabtu pagi (7/2/26), warga juga sudah mencari di sekitar sumur tersebut, namun belum ada tanda-tanda ditemukan AS.
AKBP Anton Wisnu menambahkan, saat itu warga sempat menutup sumur tersebut agar tidak ada hewan yang masuk.
Pencarian kembali dilakukan keesokan harinya setelah warga mencium bau menyengat dari dalam sumur. Saat diperiksa, jenazah korban ditemukan di dasar sumur. (yd/ab)



