
Kematian tragis Nor Aini (55), warga Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, yang diduga dibunuh oleh anak kandungnya sendiri berinisial A (30), meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Kesedihan itu dirasakan Muhammad Gilang (21), anak ketiga korban, yang mengaku masih tak menyangka kakak sulungnya tega melakukan perbuatan keji tersebut.
Gilang mengatakan, hubungan dirinya dengan A selama ini terbilang dekat. Bahkan, beberapa hari sebelum peristiwa pembunuhan terjadi, keduanya sempat bertemu dan berbincang.
“Saya masih sering komunikasi dan ketemu. Lima hari sebelum kejadian itu kami sempat bertemu, tapi saya sama sekali tidak menyangka kalau kakak akan berbuat seperti ini,” ujar Gilang.
Menurut Gilang, dalam pertemuan terakhir itu, A sempat mencurahkan perasaan kesal dan dendam terhadap perilaku sang ibu.
“Waktu itu kakak sempat curhat, katanya kesal dan dendam sama ibu. Tapi saya kira hanya luapan emosi biasa,” ungkapnya.
Gilang juga membenarkan beredarnya tangkapan layar status Facebook milik kakaknya yang ramai dibicarakan di media sosial. Dalam unggahan tersebut, A menceritakan hubungan dan konflik dengan ibu kandungnya.
“Iya, itu benar status Facebook kakak saya. Isinya memang soal hubungannya dengan ibu,” katanya.
Diceritakan Gilang, A sebelumnya lama tinggal di Bali. Meski sering pulang ke Sukorejo, kakaknya itu tidak pernah menetap lama. Baru sekitar tiga bulan terakhir A tinggal cukup lama di Sukorejo.
“Sebelumnya kakak tinggal di Bali. Kalau pulang ke sini biasanya tidak lama, tapi sejak tiga bulan terakhir ini memang agak lama di Sukorejo,” jelas Gilang.
Di mata Gilang, A dikenal sebagai pribadi pendiam dan selama ini terlihat baik-baik saja.
“Orangnya pendiam, kelihatannya juga baik. Makanya saya benar-benar tidak menyangka,” tambahnya.
Meski diliputi duka dan kebingungan, Gilang berharap kakaknya dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat agar dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Saya berharap kakak ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat, supaya bisa mempertanggungjawabkan semua yang sudah terjadi,” tutup Gilang.
Sementara itu, Tim Resmob Satreskrim Polres Ponorogo terus melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku hingga ke wilayah Gunungkidul. Berdasarkan hasil otopsi tim forensik, korban Nor Aini mengalami banyak luka di bagian kepala, tangan, dan leher.
Pada bagian kepala ditemukan bekas sayatan serta pukulan benda tumpul. Sementara di bagian leher terdapat luka sayatan dari benda tajam yang nyaris memutus leher korban.



