
Kondisi tanggul jebol dan longsor, material talut terbawa banjir. (Foto/Sugiman)
Warga RT 01 RW 01 Dukuh Presikan, Desa Demangan, Kecamatan Siman, Ponorogo, resah menyusul longsornya tanggul sungai sepanjang kurang lebih 15 meter. Jika tidak segera ditangani, belasan rumah warga yang berada di dekat sungai terancam terendam banjir.
Seperti disampaikan Sugiman salah satu warga setempat Senin (26/01), longsornya tanggul tersebut sudah terjadi sejak sepekan terakhir, namun hingga kini belum terlihat adanya perhatian dari Pemerintah. Padahal material longsoran sudah berjatuhan ke sungai dan apabila hujan deras turun, dipastikan luapan air sungai akan masuk ke pemukiman penduduk.
Ada sekitar 15 rumah yang terancam terdampak banjir, sehingga pihaknya berharap segera ada perbaikan. Ia menambahkan, pihaknya telah menyampaikan informasi ambrolnya tanggul tersebut melalui berbagai grup media sosial.
Sementara itu, Kepala Desa Demangan, Kecamatan Siman, Ponorogo, Jaenuri, saat dikonfirmasi membenarkan adanya tanggul sungai yang longsor di RT 01 RW 01 Dukuh Presikan. Bahkan berdasarkan laporan yang diterimanya, longsor tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan di empat titik yang pada tahun 2024 lalu sempat jebol.
Menurut Jaenuri, pihak Balai DAS Solo sebelumnya sudah meninjau lokasi setelah pihak desa menyampaikan laporan. Namun, diduga akibat adanya efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, hingga saat ini belum ada tindak lanjut penanganan.
Dijelaskan Jaenuri, jebolnya tanggul di beberapa lokasi tersebut sangat merugikan warga yang tinggal di sekitar sungai. Tidak hanya rumah warga yang terendam banjir, usaha ternak milik warga juga terdampak, bahkan ratusan ekor ayam dilaporkan mati akibat banjir.



