
Pelaku pencurian sangat paham seluk beluk kelistrikan. Kerugian akibat kejadian ini Rp 10 juta lebih. (Foto/Kiriman Arif)
BABADAN β Pencurian kabel milik PLN pada trafo di Jalan Industri, Babadan, Ponorogo, diduga dilakukan oleh orang yang profesional dan memahami seluk-beluk kelistrikan.
Hal tersebut disampaikan oleh Arif Jumiin, Manager PLN ULP Ponorogo, setelah melakukan pengecekan usai menerima laporan pada Minggu pagi, 25 Januari 2026.
Kecurigaan ini muncul karena pelaku memotong kabel dalam posisi online atau masih dalam kondisi bertegangan listrik. Selain itu, pelaku diduga membawa peralatan khusus untuk mengurangi risiko tersetrum saat beraksi.
βIni pasti dilakukan oleh orang yang ngerti listrik, karena pelakunya cukup paham sekali,β tegas Arif.
Arif melanjutkan bahwa total kabel yang dicuri sepanjang 13 meter dengan estimasi kerugian sekitar Rp10 juta. Pencuri diduga mengambil kabel tersebut untuk mengincar tembaganya karena memiliki nilai jual yang cukup mahal.
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa trafo yang menjadi sasaran pencurian tersebut khusus menyuplai listrik untuk kebutuhan sibel (pompa air) petani. Akibat pencurian ini, sekitar 25 petani terdampak karena aliran listrik terputus dan mati total.
Kasus ini bukanlah kali pertama terjadi di wilayah Babadan dan telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Pelaku ditengarai sengaja memilih waktu malam hari dan mengincar lokasi yang jauh dari pemukiman penduduk untuk melancarkan aksinya. (rl/ab)



