
Kopi jenis robusta masih jadi favorit, penanaman bibit dikebut juga untuk program pilot project. (Foto/Kiriman Lukito)
Ribuan bibit tanaman kopi jenis robusta itu ditanam di lahan seluas 2 hektar dan akan menjadi pilot project, di mana jika berhasil akan diperluas hingga mencapai 140 hektar.
Pengawas Mutu Hasil Perkebunan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan), Lukito Hari, mengatakan kegiatan yang mulai dilakukan Sabtu, 20 Desember 2025, tersebut merupakan kerja sama dengan Perhutani dan Lembaga Pengelola Hutan Desa Kelompok Banaran Gayuh Lestari.
“Jika berhasil, dalam waktu kurang dari tiga tahun, tanaman kopi tersebut sudah bisa dipanen,” tegas Lukito.
Adapun untuk pengelolaan hingga hasilnya nanti diserahkan kepada Pemerintah Desa Banaran.
Diakui bahwa sebenarnya sudah ada area tanaman kopi di Desa Banaran, namun masih menyebar dan ditanam secara asal-asalan.
“Dengan adanya pilot project di lahan seluas 2 hektar tersebut, petani ini kan akan tahu cara budidaya kopi yang baik dan benar sehingga kualitas yang dihasilkan itu bagus,” tambah Lukito.
Apalagi kebutuhan kopi di Ponorogo cukup banyak, namun belum bisa tercukupi sehingga masih mendatangkan dari luar.
Tanaman kopi di area lahan Perhutani dijamin tidak merusak struktur tanah, namun justru membantu lantaran akarnya bisa mengikat tanah. (rl/ab)



