
Meski pembangunannya belum rampung, Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) Sampung selalu ramai dikunjungi wisatawan. Icon baru wisata di Ponorogo tersebut juga tak pernah sepi kegiatan, khususnya saat weekend.
Kondisi itu dibenarkan Camat Sampung, Joko Wardoyo, di mana setiap akhir pekan ramai kegiatan hiburan seperti pertunjukan musik ataupun sekadar berolahraga. Yang tak kalah menariknya, selain menjadi destinasi wisata baru, area sekitar Monumen Reog juga tumbuh menjadi pusat aktivitas ekonomi warga.
Saat ini terdapat sekitar 80 pelaku UMKM yang berjualan setiap hari di sekitar lokasi yang menjajakan beragam produk mulai dari aksesori, makanan, hingga minuman. Keterangan yang didapat dari sejumlah pedagang, para pelaku usaha kecil ini bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per hari.
Meski saat ini pengelolaan masih dilakukan oleh karang taruna dan belum sepenuhnya diakomodasi pemerintah daerah, para pelaku usaha tetap diberikan kebebasan untuk membuka lapak di area tersebut.
Joko Wardoyo optimistis kehadiran Monumen Reog Sampung akan membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, tidak hanya di wilayah Sampung, tetapi juga Ponorogo secara umum. Saat ini akan dibangun untuk area parkir yang aman dan nyaman.



