Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Satreskrim Polres Ponorogo Amankan 23 Penggalang Dana Fiktif, Dana Sumbangan Dipakai Judi
  • Milad ke-27, Suryamart Akan Gelar Senam Massal
  • Relawan EMT RSUA Aisyiyah Bertugas di Puskesmas Pameu Aceh hingga Akhir Januari 2026
  • Medan Ekstrem dan Perjalanan Panjang, Relawan EMT RSU Aisyiyah Ponorogo Berjuang Layani Warga Aceh
  • Dukung Ketahanan Pangan, PDA Aisyiyah Ponorogo Luncurkan Beauty Garden
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2025
  • Agustus
  • 19
  • Panen Perdana Pisang Cavendis di Bringinan Jambon, Banyak Buah Burik Diserang Lalat
  • Jelajah

Panen Perdana Pisang Cavendis di Bringinan Jambon, Banyak Buah Burik Diserang Lalat

Gema Surya FM Selasa 19 Agustus 2025 | 12:41 WIB
SA

Panen pertama pisang cavendis di Desa Bringinan, Kecamatan Jambon, Ponorogo, belum memberikan hasil yang memuaskan. Dari sisi kualitas, pisang yang dikenal dengan rasa manis dan tekstur lembut ini masih jauh dari harapan, karena banyak buah yang burik.

Akibat kondisi tersebut, pisang hasil panen hanya bisa dijual di lingkup desa, terutama untuk kebutuhan hajatan manten. Kepala Desa Bringinan, Barno, menyampaikan bahwa pisang cavendis masih sulit dipasarkan ke toko buah maupun supermarket karena penampilannya tidak mulus.

“Untungnya panen pertama ini jumlah warganya yang menanam sedikit, karena pohonnya hanya tumbuh di pekarangan, bukan di kebun. Mungkin karena jumlahnya tak banyak, warga juga enggan melakukan perawatan,” ujar Barno.

Padahal, budidaya pisang cavendis membutuhkan perlakuan khusus yang berbeda dengan pisang pada umumnya. Misalnya, setelah jantung pisang dipotong, perlu dilakukan penyemprotan insektisida agar tidak diserang larva atau lalat buah. Begitu juga pascapanen, proses pematangan cavendis lebih rumit. Jika pisang biasa cukup dicarbit dan ditutup plastik hingga menguning, cavendis harus dicuci dengan sabun cuci piring, ditiriskan, dimasukkan ke kardus, lalu disimpan dalam pendingin dengan suhu 16 derajat Celsius.

Dengan kondisi ini, panen perdana dijadikan bahan evaluasi bagi warga yang saat ini masih menanam namun belum memanen. Harapannya, kualitas pisang cavendis berikutnya bisa lebih baik dan layak dipasarkan ke toko buah maupun supermarket.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Polisi Amankan Dua Pelaku Ilegal Logging, Angkut Kayu Jati Tanpa Dokumen Sah
Next: Peternak Ayam Petelur Ponorogo Tunggu Program MBG Sasar Kecamatan, Siap Tambah Populasi Kandang

Related Stories

gdx
  • Jelajah

Satreskrim Polres Ponorogo Amankan 23 Penggalang Dana Fiktif, Dana Sumbangan Dipakai Judi

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 13:21 WIB
asz
  • Jelajah

Milad ke-27, Suryamart Akan Gelar Senam Massal

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 11:00 WIB
sz
  • Jelajah

Relawan EMT RSUA Aisyiyah Bertugas di Puskesmas Pameu Aceh hingga Akhir Januari 2026

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 10:25 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.