Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Didaftarkan Haji Sejak Usia 2 Tahun, Remaja 15 Tahun Jadi JCH Termuda Ponorogo
  • PLT Bupati Ponorogo Klaim Belum Ada ASN Yang Melanggar Selama WFH
  • Permudah Identifikasi, Ratusan Koper Jamaah Haji Ponorogo Diberi Kode Unik
  • Sengon Ambruk Timpa Kabel, 3 Tiang Listrik di Kocor Sawoo Roboh
  • PMI Asal Prayungan Sawoo Menderita Stroke di Taiwan, Ini Harapan Sang Istri
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2025
  • Agustus
  • 11
  • Pendapat Pengamat Politik Ponorogo Terkait Fenomena Pengibaran Bendera One Piece di Moment Hari Kemerdekaan RI
  • Jelajah

Pendapat Pengamat Politik Ponorogo Terkait Fenomena Pengibaran Bendera One Piece di Moment Hari Kemerdekaan RI

Gema Surya FM Senin 11 Agustus 2025 | 12:00 WIB
OPO

Fenomena pengibaran bendera Jolly Roger, simbol bajak laut dari anime Jepang One Piece, pada momen Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Tak terkecuali dari kalangan akademisi dan pengamat politik.

Salah satunya datang dari Ayub Dwi Anggoro, Ph.D, pengamat politik sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO). Ia menilai pengibaran bendera tersebut bukan sebagai tindakan makar, melainkan bentuk ekspresi sosial dari generasi muda, khususnya Gen Z.

“Fenomena ini harus dilihat sebagai bentuk refleksi terhadap kondisi sosial dan politik saat ini. Bukan untuk ditanggapi dengan kekerasan atau intimidasi, melainkan dibuka ruang diskusi untuk menampung aspirasi masyarakat,” ujar Ayub saat diwawancarai di kampus UMPO.

Menurut Ayub, pengibaran bendera bajak laut ini merupakan bentuk protes simbolik atas ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintah. Ia mengingatkan bahwa generasi muda saat ini memiliki cara unik dalam menyampaikan kritiknya.

“Mereka tidak sedang melakukan makar seperti yang dilakukan kelompok separatis atau organisasi terlarang. Ini adalah bentuk protes kreatif yang menunjukkan adanya keresahan,” jelasnya.

Ayub juga mengimbau agar pemerintah dan aparat penegak hukum tidak bertindak represif dalam merespons kejadian ini.

“Kalau dihadapi dengan cara-cara keras, justru berisiko menimbulkan gejolak yang lebih besar. Pendekatan persuasif dan dialog jauh lebih bijak dalam situasi seperti ini,” pungkasnya.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Target PAD Naik Rp63 Miliar, DPRD Minta Eksekutif Tidak Bebani Masyarakat
Next: Pencurian Rokok dan Perhiasan di Toko Desa Manuk Siman Pelaku Diduga Tetangga Sendiri

Related Stories

WhatsApp Image 2026-04-25 at 13.01.36
  • Jelajah

Didaftarkan Haji Sejak Usia 2 Tahun, Remaja 15 Tahun Jadi JCH Termuda Ponorogo

Gema Surya FM Sabtu 25 April 2026 | 14:23 WIB
qdho
  • Jelajah

PMI Asal Prayungan Sawoo Menderita Stroke di Taiwan, Ini Harapan Sang Istri

Gema Surya FM Jumat 24 April 2026 | 15:38 WIB
dmsas
  • Jelajah

Sengon Ambruk Timpa Kabel, 3 Tiang Listrik di Kocor Sawoo Roboh

Gema Surya FM Jumat 24 April 2026 | 15:50 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.