Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman
  • Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla
  • Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN
  • Perpustakaan Keliling Kunjungi Sekolah Pinggiran, Ajak Siswa Suka Baca dan Permainan Edukatif
  • Permintaan Pembuatan Kartu Kuning di Disnaker Ponorogo Meningkat, Didominasi CPMI
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2025
  • Agustus
  • 11
  • Aturan Mendapatkan Solar Diperketat Petani di Desa Wonoketro Pilih Tidak Tanami Lahan
  • Jelajah

Aturan Mendapatkan Solar Diperketat Petani di Desa Wonoketro Pilih Tidak Tanami Lahan

Gema Surya FM Senin 11 Agustus 2025 | 11:48 WIB
Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Puluhan hektar lahan pertanian di Desa Wonoketro, Jetis, Ponorogo dibiarkan ‘bero’ alias tidak ditanami.

Bukan karena memulihkan kesuburan tanah, melainkan karena tidak mendapatkan solar untuk diesel pengairan.

Petani dibuat pusing dengan aturan baru, di mana selain memperoleh surat keterangan dari pemerintah desa atau kelurahan, petani wajib menyerahkan surat keterangan tersebut ke Badan Penyuluh Pertanian (BPP) setempat untuk verifikasi sebelum rekomendasi pengajuan BBM subsidi diterbitkan.

Ahmad Tobroni, salah satu petani di Desa Wonoketro, mengaku aturannya sangat ribet dan butuh waktu beberapa hari untuk bisa memperoleh rekomendasi dari Dinas Pertanian, itu pun jika surat yang diajukan benar.

Belum lagi, masih harus mengantri di SPBU berjam-jam sehingga waktu petani seakan habis untuk urusan birokrasi. Menurutnya, aturan baru tersebut kontradiktif dengan upaya pemerintah dalam program ketahanan pangan. 

“Semestinya program ketahanan pangan diimbangi dengan aturan yang berpihak kepada petani, bukan justru mempersulit,” tegas Tobron. 

Lebih lanjut dikatakan, sebenarnya saat ini masuk musim tanam padi, namun banyak yang belum melakukan. Sementara untuk beralih ke sibel, banyak petani yang tidak mampu karena biayanya tinggi. (rl/ab)

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Agustusan di Kampung Mualaf Slahung, BKTKI-DMI Gelar Lomba Keagamaan
Next: HT Pelaku Pembunuhan di Hutan Sampung, Tersangka Lakukan Secara Spontan

Related Stories

Mobil Pikap Terbakar karna Korsleting (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:46 WIB
Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:03 WIB
BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:31 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.