Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Sejumlah Kantong Parkir Dipersiapkan Dishub Ponorogo Bekerjasama dengan 13 Jukir Dalamrangka Event Grebeg Suro
  • Rumah Terbakar di Ngunut Babadan, saat Ditinggal Pemilik, Diduga Penyababnya Konsleting
  • Dua Jamaah Haji Dirujuk ke RSUD Dr. Harjono Sesampai di Ponorogo
  • Ular Piton Masuk Rumah Warga di Jalan Kawung, Sempat Lilit Petugas Evakuasi
  • Dikebut, Rekrutmen Calon Siswa SR Tahun Ajaran Baru Ini, Petugas Rela Door to Door
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2025
  • Agustus
  • 11
  • Aturan Mendapatkan Solar Diperketat Petani di Desa Wonoketro Pilih Tidak Tanami Lahan
  • Jelajah

Aturan Mendapatkan Solar Diperketat Petani di Desa Wonoketro Pilih Tidak Tanami Lahan

Gema Surya FM Senin 11 Agustus 2025 | 11:48 WIB
Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Puluhan hektar lahan pertanian di Desa Wonoketro, Jetis, Ponorogo dibiarkan ‘bero’ alias tidak ditanami.

Bukan karena memulihkan kesuburan tanah, melainkan karena tidak mendapatkan solar untuk diesel pengairan.

Petani dibuat pusing dengan aturan baru, di mana selain memperoleh surat keterangan dari pemerintah desa atau kelurahan, petani wajib menyerahkan surat keterangan tersebut ke Badan Penyuluh Pertanian (BPP) setempat untuk verifikasi sebelum rekomendasi pengajuan BBM subsidi diterbitkan.

Ahmad Tobroni, salah satu petani di Desa Wonoketro, mengaku aturannya sangat ribet dan butuh waktu beberapa hari untuk bisa memperoleh rekomendasi dari Dinas Pertanian, itu pun jika surat yang diajukan benar.

Belum lagi, masih harus mengantri di SPBU berjam-jam sehingga waktu petani seakan habis untuk urusan birokrasi. Menurutnya, aturan baru tersebut kontradiktif dengan upaya pemerintah dalam program ketahanan pangan. 

“Semestinya program ketahanan pangan diimbangi dengan aturan yang berpihak kepada petani, bukan justru mempersulit,” tegas Tobron. 

Lebih lanjut dikatakan, sebenarnya saat ini masuk musim tanam padi, namun banyak yang belum melakukan. Sementara untuk beralih ke sibel, banyak petani yang tidak mampu karena biayanya tinggi. (rl/ab)

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Ratusan Calon Jamaah Haji Estimasi Keberangkatan 2026 Mulai Urus Paspor
Next: Viral di Medsos Detik-Detik Terop Turnament Bola Voli di Kelurahan Brotonegaran Terhempas Karena Angin Kencang

Related Stories

Setyo Budiono Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Lalu Lintas Dishub Ponorogo (foto: Yudi)
  • Jelajah

Sejumlah Kantong Parkir Dipersiapkan Dishub Ponorogo Bekerjasama dengan 13 Jukir Dalamrangka Event Grebeg Suro

Gema Surya FM Sabtu 6 Juni 2026 | 13:33 WIB
Rumah Terbakar di Ngunut Babadan (Foto: Salpol PP dan Damkar)
  • Headline
  • Jelajah

Rumah Terbakar di Ngunut Babadan, saat Ditinggal Pemilik, Diduga Penyababnya Konsleting

Gema Surya FM Sabtu 6 Juni 2026 | 11:00 WIB
Foto Rombongan Jamaah Haji Asal Ponorogo yang baru tiba (foto: Yudi)
  • Jelajah

Dua Jamaah Haji Dirujuk ke RSUD Dr. Harjono Sesampai di Ponorogo

Gema Surya FM Sabtu 6 Juni 2026 | 10:33 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.