
Bukannya turun, harga tomat di sejumlah pasar tradisional di Ponorogo justru melonjak tajam dalam sepekan terakhir, bahkan mencapai Rp28 ribu per kilogram. Kenaikan harga ini disinyalir akibat banyaknya tanaman tomat yang membusuk karena cuaca yang kerap hujan, terutama di wilayah Kecamatan Pudak.
Kepala Desa Krisik, Kecamatan Pudak, Irwan Santoso, membenarkan bahwa cuaca ekstrem telah berdampak buruk pada hasil panen petani. “Memang dalam beberapa minggu terakhir, hujan sering turun di malam hari. Kalau paginya tidak langsung disemprot, bisa dipastikan tomat-tomat itu membusuk,” jelas Irwan saat ditemui, Jumat (28/6/2025).
Menurut Irwan, tanaman tomat tidak membutuhkan terlalu banyak air. Kelebihan air justru membuat buahnya rentan rusak. “Tomat itu tidak bisa terlalu basah, apalagi menjelang panen. Begitu air menggenang dan tidak ditangani cepat, busuk semua,” lanjutnya.
Akibatnya, banyak petani tomat di wilayah tersebut merugi karena hasil panen tidak bisa dijual dalam kondisi layak. “Petani kami benar-benar terpukul. Harusnya panen bagus, tapi malah gagal karena cuaca,” tambah Irwan.
Dengan kondisi ini, para petani berharap ada perhatian dari pemerintah daerah, baik dalam bentuk pendampingan maupun bantuan pertanian agar kerugian tidak terus berlanjut.



