
Menurunnya daya beli konsumen berdampak signifikan terhadap penjualan sayur mayur di wilayah Pudak, Kabupaten Ponorogo. Hal ini dirasakan langsung oleh para petani dan pengepul sayur di Desa Krisik, Pudak.
Kepala Desa Krisik, Irwan Santoso, mengungkapkan bahwa tren penurunan penjualan sudah berlangsung sejak tiga pekan terakhir, meskipun harga sayuran relatif lebih murah dibanding sebelumnya.
“Penjualan sayur mayur mulai turun sejak tiga minggu terakhir. Padahal harga sekarang ini sudah jauh lebih murah,” ujar Irwan saat ditemui di balai desa, Jumat (24/5).
Ia mencontohkan, harga wortel yang sebelumnya Rp5.000 per kilogram dari petani, kini hanya sekitar Rp2.000. Begitu juga dengan sawi, yang turun dari Rp5.000 menjadi sekitar Rp2.000 per kilogram.
“Biasanya kalau bawa satu ton sayur, dalam sehari langsung habis. Sekarang butuh dua hari, dan kalau dua hari nggak habis, ya terpaksa kami buang karena sudah mulai membusuk,” jelas Irwan.
Ia berharap kondisi daya beli masyarakat segera membaik agar petani dan pengepul tidak terus merugi. “Kami berharap daya beli konsumen kembali normal, dan harga-harga juga tetap terjangkau,” pungkasnya.



