
Sekitar 15 peserta seleksi Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) asal Kabupaten Ponorogo dipastikan gugur setelah tidak hadir dalam seleksi berbasis Computer Assisted Test (CAT) tahap 2 yang digelar selama dua hari, 14–15 Mei 2025, di Wisma Haji Kota Madiun.
Ahmad Zamroni, Kabid Perencanaan, Pengadaan, Pengolahan Data, dan Sistem Informasi ASN pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo, menyampaikan bahwa pihaknya tidak mengetahui secara pasti alasan ketidakhadiran para peserta tersebut.
“Kami tidak tahu apa alasan pastinya. Padahal, ada peserta lain yang bahkan datang menggunakan kursi roda demi mengikuti tes,” ujar Zamroni.
Ia menegaskan bahwa puluhan peserta yang tidak hadir itu otomatis dinyatakan tidak lolos seleksi. Meski demikian, tidak ada sanksi khusus yang diberikan kepada mereka. “Selama dua hari pelaksanaan, hampir di setiap sesi ada 1 hingga 5 peserta yang tidak hadir,” tambahnya.
Sementara itu, BKPSDM Ponorogo saat ini masih menunggu hasil dari peserta P3K yang mengikuti tes di titik lokasi (tilok) lainnya seperti Semarang dan Samarinda yang belum menyelenggarakan seleksi.
Tahapan selanjutnya adalah menanti hasil seleksi yang akan diumumkan secara resmi oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) sesuai dengan jadwal nasional yang telah ditetapkan.



