Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Peringati Hari Bumi, Kelompok Peduli Sungai Pasang Barikade Ban di Sungai Tambak Kemangi
  • Kemenhaj Ponorogo Ingatkan Jemaah Patuhi Aturan Barang Bawaan Pesawat
  • Jalur Jeruksing–Jabung Akhirnya Diperbaiki Tahun Ini, Anggaran Capai Rp3,5 Miliar
  • Aksi Penjambretan Gagal, Korban Pertahankan Tas Berisi Rp60 Juta di Bungkal Ponorogo
  • Viral Jalan Rusak Parah di Jalur Kesugihan–Ngebel, Kerap Picu Kecelakaan Tunggal
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2025
  • April
  • 14
  • Pasca Lebaran, Ada Indikasi Banyak Warga Kena Chikungunya, Permintaan Obat di Apotek Naik 15 Persen
  • Jelajah

Pasca Lebaran, Ada Indikasi Banyak Warga Kena Chikungunya, Permintaan Obat di Apotek Naik 15 Persen

Gema Surya FM Senin 14 April 2025 | 10:50 WIB
Chik

Pasca perayaan Idulfitri 1446 H, ada indikasi banyak Ponorogo yang terkena penyakit chikungunya. Sejumlah apotek menyampaikan banyaknya pembeli yang menanyakan obat untuk cikungunya. 

Arif Nasruhan, pemilik salah satu apotek di wilayah kota Ponorogo, menyebut banyak pelanggan datang dan menanyakan obat untuk chikungunya.

“Sebetulnya tidak ada obat khusus untuk chikungunya, demam berdarah, atau influenza karena itu semua penyakit akibat virus,” jelas Arif saat ditemui, Senin (14/4).

Ia menambahkan, pihaknya selalu memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa obat yang tersedia hanya untuk meredakan gejala yang ditimbulkan, seperti nyeri sendi, radang, atau demam.

“Penyakit seperti chikungunya itu bisa sembuh sendiri seiring membaiknya daya tahan tubuh. Tapi karena gejalanya cukup menyiksa, orang biasanya butuh pereda nyeri atau obat untuk hidung tersumbat, batuk, dan bersin,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, banyak masyarakat keliru memahami bahwa obat-obatan tersebut menyembuhkan penyakit virus.

“Karena setelah minum obat nyeri gejalanya hilang, orang mengira obat itu manjur untuk menyembuhkan chikungunya. Padahal itu hanya meredakan gejalanya,” imbuh Arif.

Permintaan obat nyeri dan anti radang disebut meningkat sekitar 10–15 persen usai Lebaran. Meski demikian, Arif mengimbau agar masyarakat tidak sembarangan mengonsumsi obat tersebut dalam jangka panjang.

“Sebaiknya dikonsumsi hanya saat gejala terasa. Kalau sudah membaik, hentikan. Penggunaan jangka panjang bisa berdampak pada lambung,” pungkasnya.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Realisasikan Kota Budaya dan Religi, Ponorogo Akan Bangun Bukit Khotmil Quran
Next: DPUPKP Ponorogo Akui Banyak Kabel Fiber Optik Ilegal, Ancam Lakukan Pemotongan Kembali

Related Stories

HRB
  • Jelajah

Peringati Hari Bumi, Kelompok Peduli Sungai Pasang Barikade Ban di Sungai Tambak Kemangi

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:47 WIB
MARJUNI
  • Jelajah

Kemenhaj Ponorogo Ingatkan Jemaah Patuhi Aturan Barang Bawaan Pesawat

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:42 WIB
James
  • Headline
  • Jelajah

Jalur Jeruksing–Jabung Akhirnya Diperbaiki Tahun Ini, Anggaran Capai Rp3,5 Miliar

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:28 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.