Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Dindik Imbau Siswa Ikut TKA, Meski Tidak Wajib Sebagai Rekomendasi Jenjang Selanjutnya
  • LPG Non Subsidi Naik, Sejumlah Pangkalan Akui Belum Pengaruhi Penjualan Gas 3 Kg
  • Kuasai Ruang Publik, Lapak Semi Permanen Dibongkar Petugas Gabungan
  • Banyak Lakalantas karena Lubang Jalan di Desa Plosojenar, Warga Inisiatif Tandai dengan Pilox
  • Banyak Fasum Rusak di Pasar Legi, Pedagang Sambat
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2025
  • Februari
  • 1
  • Pasar Hewan Ditutup, Banyak Pedagang Sapi dan Kambing Jualan di Luar
  • Headline
  • Jelajah

Pasar Hewan Ditutup, Banyak Pedagang Sapi dan Kambing Jualan di Luar

Gema Surya FM Sabtu 1 Februari 2025 | 09:14 WIB
sapiii

Meskipun sembilan pasar hewan di Ponorogo ditutup sebagai antisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK), sejumlah pedagang tetap nekat berjualan di luar area pasar. Akibatnya, warga sekitar mengeluhkan terganggunya lalu lintas serta kotoran hewan yang berserakan di berbagai tempat.

“Kami menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait aktivitas pedagang yang masih berjualan di luar pasar. Selain mengganggu arus lalu lintas, banyak kotoran sapi dan kambing yang berserakan sehingga mencemari lingkungan,” ujar Okta Hariadi, Kepala Bidang Pengelolaan Pasar, Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Perdakum) Kabupaten Ponorogo, Senin (3/2/2025).

Ia mengakui bahwa pihaknya menghadapi keterbatasan dalam menertibkan para pedagang lantaran jumlah petugas yang minim dibandingkan jumlah pedagang yang masih nekat berjualan.

“Kami selalu memberikan pemahaman kepada pedagang agar mereka menaati kebijakan yang ada, serta menjaga ketertiban, kebersihan, dan keamanan. Namun, karena petugas yang ada jumlahnya terbatas, upaya pengawasan masih belum optimal,” tambahnya.

Selain mengganggu warga, penutupan pasar hewan juga berdampak pada pendapatan asli daerah (PAD). Selama pasar hewan ditutup hingga waktu yang belum ditentukan, daerah mengalami kerugian karena tidak mendapatkan retribusi.

“Biasanya, dari satu pasar hewan seperti di Jetis saja, pemasukan retribusi bisa mencapai Rp1,2 juta per hari. Belum lagi dari pasar hewan lainnya seperti di Badegan, Pulung, Slahung, Taman Sari Sambit, dan Ngumpul Balong,” jelasnya.

Sementara itu, Pemkab Ponorogo telah memutuskan untuk memperpanjang masa penutupan pasar hewan. Awalnya, pasar hewan ditutup mulai 8 hingga 21 Januari 2025, tetapi kini diperpanjang hingga waktu yang belum ditentukan, seiring dengan semakin meluasnya kasus PMK di wilayah tersebut.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Rusak Lingkungan, Komunitas Peduli Lingkungan Laporkan Aktivitas Tambang Ilegal Ponorogo ke Polda Jatim
Next: Bupati Sugiri Ajak Warga Ganti Karangan Bunga dengan Bibit Pohon Berbuah, Saat Pelantikan

Related Stories

nurhadi
  • Jelajah

Dindik Imbau Siswa Ikut TKA, Meski Tidak Wajib Sebagai Rekomendasi Jenjang Selanjutnya

Gema Surya FM Senin 20 April 2026 | 14:49 WIB
tangga
  • Headline
  • Jelajah

Banyak Fasum Rusak di Pasar Legi, Pedagang Sambat

Gema Surya FM Senin 20 April 2026 | 11:41 WIB
LPG
  • Jelajah

LPG Non Subsidi Naik, Sejumlah Pangkalan Akui Belum Pengaruhi Penjualan Gas 3 Kg

Gema Surya FM Senin 20 April 2026 | 14:38 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.