Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Didaftarkan Haji Sejak Usia 2 Tahun, Remaja 15 Tahun Jadi JCH Termuda Ponorogo
  • PLT Bupati Ponorogo Klaim Belum Ada ASN Yang Melanggar Selama WFH
  • Permudah Identifikasi, Ratusan Koper Jamaah Haji Ponorogo Diberi Kode Unik
  • Sengon Ambruk Timpa Kabel, 3 Tiang Listrik di Kocor Sawoo Roboh
  • PMI Asal Prayungan Sawoo Menderita Stroke di Taiwan, Ini Harapan Sang Istri
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2025
  • Januari
  • 21
  • Tingkat Kesembuhan Sapi di Mlarak Diklaim Tinggi karena Ramuan Herbal
  • Jelajah

Tingkat Kesembuhan Sapi di Mlarak Diklaim Tinggi karena Ramuan Herbal

Gema Surya FM Selasa 21 Januari 2025 | 13:36 WIB
Empon empon

Peternak sapi yang ternaknya terserang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) diharapkan telaten memberikan ramuan dari bahan alami seperti empon-empon daripada menggunakan obat-obatan kimia. Saran ini disampaikan oleh drh. Elin Pridiana, medic veteriner pertama di Puskeswan Mlarak, yang melihat tingkat kesembuhan lebih cepat dengan metode alami tersebut dibandingkan pemberian suntikan obat.

Menurut drh. Elin, pengalamannya menangani kasus PMK di wilayah Mlarak menunjukkan bahwa peternak yang telaten memberikan ramuan tradisional seperti kunyit, gula merah, kencur, jahe, temulawak, temu giring, temu hitam, dan temu putih mampu meningkatkan tingkat kesembuhan sapi hingga 80 persen.

“Ramuan ini bekerja meningkatkan sistem kekebalan tubuh sapi sehingga mampu melawan virus secara alami,” jelasnya.

Namun, keberhasilan penggunaan ramuan ini juga didukung oleh kebersihan kandang yang selalu terjaga steril.

“Jika kandang tidak bersih, efektivitas pengobatan akan menurun,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan suntikan obat secara berlebihan justru dapat melemahkan kondisi tubuh sapi. Sementara dengan ramuan empon-empon, sapi lebih sehat dan bertenaga untuk melawan infeksi.

Saat ini, data dari Kecamatan Mlarak mencatat sekitar 50 ekor sapi terjangkit PMK, dengan lima ekor dilaporkan mati. Meski demikian, drh. Elin menyatakan pihaknya masih memverifikasi apakah kematian tersebut disebabkan oleh PMK atau potong paksa.

Sebagai langkah antisipasi, Puskeswan Mlarak akan memberikan bantuan disinfektan kepada peternak untuk menyemprot kandang, guna mencegah penyebaran lebih lanjut.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Antisipasi DBD, Pemdes Bringinan Jambon Lebih Tekankan Gerakan PSN Ketimbang Fogging
Next: Melangit, Harga Lombok Setara Dengan Harga Daging Sapi

Related Stories

WhatsApp Image 2026-04-25 at 13.01.36
  • Jelajah

Didaftarkan Haji Sejak Usia 2 Tahun, Remaja 15 Tahun Jadi JCH Termuda Ponorogo

Gema Surya FM Sabtu 25 April 2026 | 14:23 WIB
qdho
  • Jelajah

PMI Asal Prayungan Sawoo Menderita Stroke di Taiwan, Ini Harapan Sang Istri

Gema Surya FM Jumat 24 April 2026 | 15:38 WIB
dmsas
  • Jelajah

Sengon Ambruk Timpa Kabel, 3 Tiang Listrik di Kocor Sawoo Roboh

Gema Surya FM Jumat 24 April 2026 | 15:50 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.