HeadlineJelajah

Pasca Halaman SDN 3 Ngrayun Longsor, Siswa Masuk PTM Bergantian Dua Shift Menempati 3 Ruang Kelas

Pasca halaman SDN 3 Temon Ngrayun longsor dan menimpa dua ruang kelas di bawahnya hingga rusak berat, kegiatan PTM tetap berjalan dengan lancar. Siswa masuk dengan sistem shift lantaran ruang kelasnya harus bergantian. Pihak sekolah juga sudah melaporkan kejadian ini ke Dinas Terkait dengan harapan segera ada perbaikan.

Sucipto Kepala Sekolah SDN 3 Temon mengatakan, jika saat ini dua ruangan yang difungsikan menjadi 3 kelas itu belum bisa digunakan. Hal ini lantaran bagian halaman SD yang ada diatasnya ambrol, dan tanahnya longsor serta menimpa ruangan di bawahnya. Agar kegiatan belajar tidak terganggu dengan adanya bencana alam ini, siswa masuk secara bergantian menempati 3 kelas yang tersisa dan kondisinya aman.

Sementara untuk kejadian longsor sendiri kata Kepsek, terjadi Jumat siang kemarin. Saat itu seluruh guru dan karyawan masih berada di sekolah namun siswa sudah pulang semua. Longsor sendiri tidak menunjukan tanda awal, bahkan halaman yang sudah di paving itu juga tidak terlihat ada retakan. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh seperti halilintar. Beruntung seluruh guru juga berada di lokasi yang aman dan semua siswa juga sudah pulang. Saat itu juga pihaknya juga langsung memasang pagar pengaman dan menyampaikan laporan pada Dinas terkait.

Sementara itu, Arim Kamandaka Kabid Kedaruratan dan logistik BPBD, mengatakan saat ini pihaknya masih meneliti lebih lanjut dan mendata kerusakan serta mencari penyebab longsornya halaman SDN 3 Temon Ngrayun. Pihaknya juga siap mengirim pasukan jika nanti diperlukan untuk tahap perbaikan. Meski begitu pihaknya juga menghimbau agar terus berkoordinasi dengan Dinas Terkait agar proses perbaikan bisa segera dilakukan.

Berdasarkan kajian cepat yang dilakukan pihak BPBD, halaman SD tersebut sebenarnya, sudah di paving dan diberi plengsengan yang bagus. Selain itu ada 3 bangunan kelas dan 1 kantor yang berada diatas, kemudian 3 ruang kelas berada dibawahnya. Yang terpantau ambrol atau longsor adalah halaman dari SD tersebut bukan gunungnya. Pihaknya tetap meminta untuk waspada mengingat wilayah Ngrayun masuk dalam lokasi rawan longsor.