
Target Kuota Peserta Didik Baru Belum Terpenuhi (Foto: Yudi)
Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, kuota peserta didik baru Sekolah Rakyat (SR) jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Ponorogo masih jauh dari target. Hingga awal Juli 2026, kuota sebanyak 30 siswa baru terisi 16 anak. Kondisi tersebut membuat pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) terus bergerak mencari calon peserta didik yang memenuhi kriteria.
Ketua Tim PKH Ponorogo, Kademin, mengatakan proses penjaringan calon siswa masih terus dilakukan. Pihaknya melakukan penjangkauan kepada keluarga sasaran agar kuota peserta didik Sekolah Rakyat jenjang SD dapat terpenuhi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
“Saat ini proses penjaringan masih berlangsung. Kami terus melakukan penjangkauan kepada keluarga sasaran agar kuota siswa Sekolah Rakyat jenjang SD dapat terpenuhi sebelum kegiatan belajar dimulai,” ujar Kademin.
Menurutnya, berdasarkan hasil pleno terakhir, baru 16 siswa jenjang SD yang dinyatakan lolos. Namun, pihaknya optimistis jumlah tersebut akan terus bertambah menjelang pelaksanaan open house dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 15 Juli mendatang.
“Hasil pleno terakhir menunjukkan baru 16 siswa SD yang dinyatakan lolos. Sebelum pelaksanaan open house dan MPLS pada 15 Juli nanti, kami memperkirakan masih ada sekitar 11 calon siswa lagi yang akan bergabung,” katanya.
Berbeda dengan jenjang SD, minat masyarakat terhadap Sekolah Rakyat jenjang SMP dan SMA justru sangat tinggi. Kuota masing-masing sebanyak 30 siswa telah terisi penuh, bahkan masih terdapat puluhan calon peserta didik yang telah lolos verifikasi namun belum dapat diterima karena keterbatasan kuota.
“Untuk jenjang SMP dan SMA, kuotanya sudah terpenuhi. Bahkan masih ada siswa cadangan, yakni 21 siswa di jenjang SMP dan 28 siswa di jenjang SMA yang telah lolos verifikasi tetapi belum bisa tertampung karena keterbatasan kuota,” jelasnya.
Kademin menegaskan, calon peserta didik yang belum diterima di Sekolah Rakyat tetap akan memperoleh akses pendidikan. Pemerintah telah menyiapkan skema agar mereka dapat melanjutkan pendidikan di sekolah lain.
“Meskipun belum diterima di Sekolah Rakyat, mereka tetap akan mendapatkan akses pendidikan. Pemerintah sudah menyiapkan skema agar para siswa tersebut dapat melanjutkan sekolah di lembaga pendidikan lainnya,” pungkasnya.



