
Digendam WNA, Karyawan Counter Kehilangan Uang Hampir 10 Juta (Foto: Hery)
Aksi kejahatan dengan modus gendam kembali memakan korban di Kabupaten Ponorogo. Kali ini, Counter HP Diamond Cell yang berada di Desa Ngraket, Kecamatan Balong, menjadi sasaran. Peristiwa yang terjadi pada Kamis sore saat azan Magrib itu mengakibatkan kerugian hingga Rp9,5 juta. Pelaku diduga merupakan warga negara asing (WNA).
Pemilik Counter HP Diamond Cell, Heri Setyawan, mengatakan pelaku awalnya datang ke toko dengan berpura-pura membeli minuman menggunakan uang pecahan Rp5.000. Setelah itu, pelaku meminta menukarkan dua lembar uang Rp50.000 menjadi satu lembar Rp100.000.
“Awalnya pelaku membeli minuman dengan uang Rp5.000. Setelah itu dia meminta menukarkan dua lembar uang Rp50.000 menjadi satu lembar Rp100.000,” ujar Heri.
Menurut Heri, karyawannya sempat mengatakan tidak memiliki uang pecahan untuk ditukar. Namun pelaku terus memaksa hingga diduga memanfaatkan kelengahan korban untuk mengambil uang yang berada di dalam laci kasir.
“Karyawan saya sebenarnya sudah bilang tidak ada uang untuk ditukar. Namun pelaku terus memaksa. Setelah itu kami menduga pelaku mengambil uang yang ada di dalam laci kasir,” katanya.
Korban baru menyadari uang di dalam laci telah raib sekitar 10 menit setelah pelaku meninggalkan lokasi menggunakan mobil berwarna abu-abu metalik. Total kerugian yang dialami diperkirakan mencapai Rp9,5 juta.
“Kami baru sadar sekitar sepuluh menit setelah pelaku pergi. Saat dicek, uang di dalam laci sudah hilang sekitar Rp9,5 juta. Pelaku kabur menggunakan mobil berwarna abu-abu metalik,” jelasnya.
Heri juga mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, aksi dengan modus serupa terjadi di wilayah Kecamatan Jambon pada hari yang sama dengan selang waktu yang sangat singkat. Atas kejadian tersebut, korban telah melaporkannya ke Polres Ponorogo agar pelaku segera ditangkap.
“Saya juga mendapat informasi kalau kejadian serupa terjadi di wilayah Jambon pada hari yang sama. Saya berharap pelaku segera ditangkap agar tidak ada lagi korban dengan modus yang sama,” pungkasnya.



