Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Harga Sayur Naik Jelang Idul Adha, Cabai Rawit Tembus Rp71 Ribu per Kg
  • Pemkab Ponorogo Salurkan 6 Sapi Kurban di Idul Adha Tahun ini
  • Sempat Viral Tidak Menyembelih Hewan Kurban, Akhirnya Mushola di Dukuh Krajan Desa Wonodadi Ngrayun Dapat Bantuan Hewan Kurban
  • Sapi Bantuan Presiden untuk Ponorogo Disalurkan ke Masjid Jami’ Tegalsari Jetis
  • Pangdam V Brawijaya Tinjau Persiapan Pembangunan Brigif TP dan Yonif TP di Pulung
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2026
  • Maret
  • 14
  • Nekat Terbangkan Balon Udara, Pelaku Akan Dipajang di Medsos PLN
  • Jelajah

Nekat Terbangkan Balon Udara, Pelaku Akan Dipajang di Medsos PLN

Gema Surya FM Sabtu 14 Maret 2026 | 16:15 WIB
balon

PLN akan memberikan sanksi sosial bagi warga yang nekat menerbangkan balon udara pada momen Ramadan dan Idulfitri 1447 H apabila sampai mengenai jaringan kabel listrik. Langkah ini dilakukan untuk memberikan efek jera kepada pelaku.

Manager PLN ULP Ponorogo Kota, Arif Jumiin, mengatakan jika pelaku tertangkap basah menerbangkan balon udara hingga mengganggu jaringan listrik, maka fotonya akan diunggah di media sosial internal milik PLN.

“Jika tertangkap basah, pelakunya akan kami foto dan kami unggah di media sosial internal PLN sebagai bentuk sanksi sosial agar ada efek jera,” ujarnya.

Menurutnya, kerugian yang ditimbulkan akibat balon udara yang mengenai jaringan listrik cukup besar. Selain berbahaya bagi masyarakat, hal tersebut juga dapat menyebabkan pemadaman listrik.

“Bukan hanya berbahaya bagi masyarakat, tetapi juga bisa menyebabkan pemadaman listrik. Padahal saat ini kebutuhan listrik masyarakat cukup tinggi,” jelasnya.

Selain sanksi sosial dari PLN, jajaran kepolisian juga siap menindak tegas pelaku penerbangan balon udara sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sebagai langkah antisipasi, PLN bersama Polres Ponorogo dan Pemerintah Kabupaten Ponorogo juga berkolaborasi menggelar festival balon udara yang direncanakan berlangsung pada 29 Maret 2026 di Sirkuit Jurang Gandul, Kadipaten, Babadan, Ponorogo.

“Festival balon udara ini menjadi salah satu upaya agar masyarakat tetap bisa menyalurkan tradisi, tetapi dengan cara yang aman dan terkontrol,” tambahnya.

Sejauh ini, PLN mengaku belum menerima laporan adanya jaringan listrik yang terkena balon udara. Namun demikian, Arif mengakui untuk menangkap pelaku penerbangan balon udara, terlebih yang disertai petasan, tidaklah mudah.

PLN akan memberikan sanksi sosial bagi warga yang nekat menerbangkan balon udara pada momen Ramadan dan Idulfitri 1447 H apabila sampai mengenai jaringan kabel listrik. Langkah ini dilakukan untuk memberikan efek jera kepada pelaku.

Manager PLN ULP Ponorogo Kota, Arif Jumiin, mengatakan jika pelaku tertangkap basah menerbangkan balon udara hingga mengganggu jaringan listrik, maka fotonya akan diunggah di media sosial internal milik PLN.

“Jika tertangkap basah, pelakunya akan kami foto dan kami unggah di media sosial internal PLN sebagai bentuk sanksi sosial agar ada efek jera,” ujarnya.

Menurutnya, kerugian yang ditimbulkan akibat balon udara yang mengenai jaringan listrik cukup besar. Selain berbahaya bagi masyarakat, hal tersebut juga dapat menyebabkan pemadaman listrik.

“Bukan hanya berbahaya bagi masyarakat, tetapi juga bisa menyebabkan pemadaman listrik. Padahal saat ini kebutuhan listrik masyarakat cukup tinggi,” jelasnya.

Selain sanksi sosial dari PLN, jajaran kepolisian juga siap menindak tegas pelaku penerbangan balon udara sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sebagai langkah antisipasi, PLN bersama Polres Ponorogo dan Pemerintah Kabupaten Ponorogo juga berkolaborasi menggelar festival balon udara yang direncanakan berlangsung pada 29 Maret 2026 di Sirkuit Jurang Gandul, Kadipaten, Babadan, Ponorogo.

“Festival balon udara ini menjadi salah satu upaya agar masyarakat tetap bisa menyalurkan tradisi, tetapi dengan cara yang aman dan terkontrol,” tambahnya.

Sejauh ini, PLN mengaku belum menerima laporan adanya jaringan listrik yang terkena balon udara. Namun demikian, Arif mengakui untuk menangkap pelaku penerbangan balon udara, terlebih yang disertai petasan, tidaklah mudah.

“Selama ini balon udara sering sudah tersangkut di jaringan kabel PLN tanpa diketahui siapa pelakunya,” pungkasnya.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Warga Kesugihan Pulung Akhirnya Rela Urunan Perbaikan Jalan Rusak, karena Sudah Banyak Laka Lantas
Next: Sepi Peminat, Pendaftaran Calon Dewas Pudam diperpanjang

Related Stories

Enam sapi di bagikan Pemkab Ponorogo saat idul adha tahun ini (foto: Istimewa)
  • Jelajah

Pemkab Ponorogo Salurkan 6 Sapi Kurban di Idul Adha Tahun ini

Gema Surya FM Kamis 28 Mei 2026 | 11:34 WIB
Cabai Rawit Tembus Rp71 Ribu per Kg (foto: Istimewa)
  • Jelajah

Harga Sayur Naik Jelang Idul Adha, Cabai Rawit Tembus Rp71 Ribu per Kg

Gema Surya FM Kamis 28 Mei 2026 | 11:41 WIB
mushola di dukuh krajan desa Wonodadi Ngrayun dapat bantuan hewan kurban (foto: Hengki)
  • Headline
  • Jelajah

Sempat Viral Tidak Menyembelih Hewan Kurban, Akhirnya Mushola di Dukuh Krajan Desa Wonodadi Ngrayun Dapat Bantuan Hewan Kurban

Gema Surya FM Kamis 28 Mei 2026 | 11:20 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.