Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Dindik Imbau Siswa Ikut TKA, Meski Tidak Wajib Sebagai Rekomendasi Jenjang Selanjutnya
  • LPG Non Subsidi Naik, Sejumlah Pangkalan Akui Belum Pengaruhi Penjualan Gas 3 Kg
  • Kuasai Ruang Publik, Lapak Semi Permanen Dibongkar Petugas Gabungan
  • Banyak Lakalantas karena Lubang Jalan di Desa Plosojenar, Warga Inisiatif Tandai dengan Pilox
  • Banyak Fasum Rusak di Pasar Legi, Pedagang Sambat
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2026
  • Februari
  • 4
  • Masih Ada ODGJ Hidup dalam Pasungan dan Kurungan, Ini Tanggapan Pengelola Panti Dhuafa Jetis
  • Jelajah

Masih Ada ODGJ Hidup dalam Pasungan dan Kurungan, Ini Tanggapan Pengelola Panti Dhuafa Jetis

Gema Surya FM Rabu 4 Februari 2026 | 11:59 WIB
ODG.jpg

Masih ditemukannya orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Ponorogo yang terpaksa dikurung maupun dipasung karena dianggap membahayakan, memunculkan keprihatinan dari Rama Philip, pengelola Panti Dhuafa Lansia Jetis.

Pria yang telah puluhan tahun merawat pasien gangguan jiwa itu menilai, ODGJ yang mengamuk kerap kali disebabkan kurangnya perhatian dari keluarga dan lingkungan sekitar.

“Banyak kasus ODGJ mengamuk itu karena kurang perhatian. Setelah keluar dari rumah sakit jiwa, justru ada yang dikucilkan. Padahal mereka sangat membutuhkan perhatian dan pendampingan,” ujarnya.

Berdasarkan pengalamannya, komunikasi dari keluarga menjadi kunci utama dalam proses pemulihan.

“ODGJ itu butuh komunikasi yang rutin. Keluarga harus sering mengajak bicara, memberi perhatian, bukan malah menjauh,” jelasnya.

Karena itu, setiap menerima pasien untuk direhabilitasi di panti, pihaknya lebih dulu memberikan edukasi kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

“Yang pertama kami edukasi justru keluarganya dulu. Lingkungan juga perlu diberi pemahaman supaya tidak mengucilkan,” tegas Rama.

Ia menambahkan, selain pengobatan yang tidak boleh terputus, pendekatan rehabilitasi juga sangat penting dalam proses penyembuhan.

“Obat tidak boleh putus. Sekarang hampir semua wilayah sudah ada PKM yang menyediakan layanan obat untuk pasien ODGJ. Tapi kalau sudah diobati dan belum ada perubahan, sebaiknya dibawa ke panti atau rumah sakit jiwa untuk rehabilitasi,” katanya.

Saat ini, Panti Dhuafa Jetis menampung sekitar 120 pasien dengan berbagai kondisi gangguan jiwa.

“Sekarang ada sekitar 120 pasien di sini. Dari ratusan yang sudah kami tangani selama ini, puluhan di antaranya dinyatakan sembuh dan bisa kembali hidup normal di masyarakat,” pungkasnya.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Harga Ayam dan Telur Melonjak, Berdampak pada Keuntungan Pedagang Makanan
Next: Akan Dimulai, Tahapan Relokasi TPA Mrican ke Wilayah Sukun, Kemenhut Mulai Bahas Tapal Batas Wilayah Lokasi Baru

Related Stories

tangga
  • Headline
  • Jelajah

Banyak Fasum Rusak di Pasar Legi, Pedagang Sambat

Gema Surya FM Senin 20 April 2026 | 11:41 WIB
nurhadi
  • Jelajah

Dindik Imbau Siswa Ikut TKA, Meski Tidak Wajib Sebagai Rekomendasi Jenjang Selanjutnya

Gema Surya FM Senin 20 April 2026 | 14:49 WIB
LPG
  • Jelajah

LPG Non Subsidi Naik, Sejumlah Pangkalan Akui Belum Pengaruhi Penjualan Gas 3 Kg

Gema Surya FM Senin 20 April 2026 | 14:38 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.