
Relawan Emergency Medical Team (EMT) RSU Aisyiyah Ponorogo resmi mengakhiri tugas kemanusiaannya di Puskesmas Pameu, Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (28/1/2025). Tim telah menjalankan misi pelayanan kesehatan di wilayah terdampak bencana tersebut selama hampir dua pekan.
Berbagai suka dan duka dirasakan para relawan selama bertugas di daerah terpencil. Salah satu relawan, dr Taufik Nur, mengaku meski menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana, dirinya bersama tim justru merasa berat harus meninggalkan Aceh.
“Dengan segala keterbatasan yang ada, kami justru merasa sangat berat meninggalkan Aceh. Banyak pengalaman dan kedekatan yang terjalin selama bertugas di sini,” ujar dr Taufik Nur.
Ia mengatakan, selama berada di Puskesmas Pameu, tim EMT menjalin hubungan yang sangat dekat dengan para dokter dan tenaga kesehatan setempat. Dari situ, tim ikut merasakan bagaimana beratnya tugas tenaga medis di daerah terpencil.
“Tenaga kesehatan di sini luar biasa. Mereka bahkan rela tidak pulang dan harus menginap di puskesmas karena jarak yang jauh dari kota. Mereka selalu siaga, termasuk saat tengah malam jika ada warga yang jatuh sakit,” ungkapnya.
Selain dengan tenaga medis, kedekatan juga terjalin antara tim EMT dengan masyarakat sekitar. Pola pelayanan jemput bola yang dilakukan dengan mendatangi rumah-rumah warga menjadi pengalaman tersendiri bagi para relawan.
“Kami terbiasa mendatangi langsung rumah warga. Meski harus menyusuri sungai menggunakan perahu karet, ada kebahagiaan tersendiri bisa melayani masyarakat secara langsung,” katanya.
Menurut dr Taufik, masyarakat setempat bahkan sempat meminta agar masa tugas EMT diperpanjang. Namun, keterbatasan waktu dan tanggung jawab lain yang telah menanti di Ponorogo membuat tim harus kembali sesuai jadwal.
“Warga sebenarnya berharap kami bisa lebih lama di sini. Tapi kami juga punya tugas lain yang menunggu di Kota Reog, sehingga harus kembali sesuai jadwal yang sudah ditentukan,” jelasnya.
Di hari-hari terakhir bertugas di Rusip Antara, tim EMT juga menyempatkan diri menikmati wisata kuliner dengan mencicipi berbagai masakan khas Aceh.
“Di sela-sela tugas, kami juga menikmati kuliner khas Aceh. Rasanya luar biasa dan menjadi kenangan manis sebelum kami kembali,” pungkas dr Taufik.
Seperti diketahui, EMT RSU Aisyiyah Ponorogo diberangkatkan ke lokasi bencana di Aceh Tengah sejak 15 Januari 2025. Tim berjumlah delapan personel, terdiri dari dua dokter umum, empat perawat, satu petugas farmasi, dan satu petugas administrasi.



