
Gempa bumi yang terjadi pada Selasa, 28 Januari 2026, pukul 08.20.44 WIB, turut berdampak di wilayah Kabupaten Ponorogo. Gempa tersebut berpusat di koordinat 8,14 Lintang Selatan dan 111,33 Bujur Timur, atau sekitar 25 kilometer timur laut Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman 105 kilometer.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, tercatat tiga bangunan mengalami kerusakan akibat guncangan gempa tersebut. Kerusakan tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Bungkal dan Kecamatan Ngrayun.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Agung Prasetyo, mengatakan pihaknya telah melakukan asesmen di seluruh wilayah Ponorogo pascagempa.
“Setelah kami melakukan asesmen di 21 kecamatan, hasilnya ada tiga bangunan yang mengalami kerusakan,” ujar Agung Prasetyo.
Agung merinci, satu bangunan berupa kandang ayam yang berada di Desa Bungkal, Kecamatan Bungkal, mengalami kerusakan. Beruntung, saat kejadian kandang tersebut dalam kondisi kosong.
“Di Bungkal ada satu kandang ayam yang rusak, namun saat kejadian kandang masih kosong sehingga tidak ada korban,” jelasnya.
Sementara itu, dua bangunan lainnya berada di Kecamatan Ngrayun. Kerusakan meliputi teras rumah berbahan bambu yang roboh di Desa Ngrayun, serta dinding rumah berbahan lumpur yang roboh di Desa Binade.
“Di Ngrayun ada teras rumah dari bambu yang roboh dan satu dinding rumah dari lumpur di Desa Binade juga roboh,” tambah Agung.
Meski menimbulkan kerusakan, Agung memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materiil dengan estimasi mencapai jutaan rupiah,” tegasnya.
Pasca kejadian, warga setempat bersama pemerintah desa telah melakukan kerja bakti untuk membersihkan puing-puing bangunan yang rusak. BPBD Ponorogo juga telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak gempa.
“Warga dan pemerintah desa sudah kerja bakti membersihkan puing-puing, dan kami juga sudah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak,” pungkas Agung.



