Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Mobil Kas Keliling Milik BI Diserbu Warga Ponorogo yang Ingin Tukar Uang Baru
  • Bunda Lisdyarita Ungkap Sosok Tepat Untuk Sekda Ponorogo, Dorong 9 Pejabat Eselon 2 Untuk daftar
  • Tanggul Sungai Sono di Desa Ngadisanan Sambit Ambrol, Berdampak Pada Keberadaan Jembatan Sesek Tak Bisa Dilalui Warga
  • Yamaha MX New Milik Warga Sriti Sawoo Raib, Kerugian 20 Juta Rupiah
  • Dua Pekan Operasi Semeru 2026 , Polisi Keluarkan 19.839 Surat Tilang Dan Teguran
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2026
  • Januari
  • 25
  • Harga Sayur Mayur di Tingkat Petani Anjlok, Kubis Hanya Rp2.500 per Kilogram
  • Jelajah

Harga Sayur Mayur di Tingkat Petani Anjlok, Kubis Hanya Rp2.500 per Kilogram

Gema Surya FM Minggu 25 Januari 2026 | 06:47 WIB
pexels-photo-6102865

Harga sayur mayur di tingkat petani mulai mengalami penurunan signifikan sejak sepekan terakhir. Sejumlah komoditas bahkan dijual di bawah Rp5.000 per kilogram, jauh dibandingkan harga sebelumnya.

Kepala Desa Krisik, Kecamatan Pudak, Irwan Santoso, mengatakan saat ini harga sayur mayur di tingkat petani berada di kisaran Rp2.500 hingga Rp5.000 per kilogram.

“Harga sayur mayur sekarang memang turun drastis. Di tingkat petani harganya tinggal Rp2.500 sampai Rp5.000 per kilogram, padahal sebelumnya bisa tembus di atas Rp5.000,” kata Irwan, Senin.

Ia merinci, harga kubis kini hanya Rp2.500 per kilogram. Sementara itu, seledri dijual di bawah Rp5.000 per kilogram, daun prei sekitar Rp3.500 per kilogram, dan wortel berkisar Rp3.500 per kilogram.

“Dulu hampir semua sayur mayur ini harganya mendekati Rp10.000 per kilogram, tapi sekarang jauh turun,” ujarnya.

Menurut Irwan, penurunan harga sayur mayur seperti ini kerap terjadi setiap awal tahun. Meski demikian, kondisi saat ini dinilai cukup memberatkan petani.

“Kalau awal tahun memang sering turun, tapi sekarang ini stok sayur sebenarnya juga terbatas,” jelasnya.

Ia menambahkan, turunnya harga juga dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat, meski di sisi lain jumlah hajatan di masyarakat justru cukup banyak.

“Daya beli konsumen sedang turun. Ini yang membuat kondisi pasar jadi kurang seimbang, meskipun hajatan di mana-mana cukup ramai,” pungkas Irwan.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Sosok Youtuber Jejak Richard, yang Meninggal Dunia Karena Sakit, di Mata Youtuber Kang Pardi
Next: Nekat, Maling Obok-obok Trafo PLN di Desa Cekok Babadan, Diduga Sasar Kabel Tembaga

Related Stories

WhatsApp Image 2026-02-24 at 13.44.36
  • Jelajah

Mobil Kas Keliling Milik BI Diserbu Warga Ponorogo yang Ingin Tukar Uang Baru

Gema Surya FM Selasa 24 Februari 2026 | 14:59 WIB
WhatsApp Image 2026-02-24 at 14.39.52
  • Jelajah

Tanggul Sungai Sono di Desa Ngadisanan Sambit Ambrol, Berdampak Pada Keberadaan Jembatan Sesek Tak Bisa Dilalui Warga

Gema Surya FM Selasa 24 Februari 2026 | 14:45 WIB
WhatsApp Image 2026-02-24 at 13.43.48
  • Jelajah

Bunda Lisdyarita Ungkap Sosok Tepat Untuk Sekda Ponorogo, Dorong 9 Pejabat Eselon 2 Untuk daftar

Gema Surya FM Selasa 24 Februari 2026 | 14:50 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.