
Memasuki hari kelima berada di Kecamatan Rusip, perbatasan Kabupaten Aceh Tengah, Tim relawan Emergency Medical Team (EMT) Rumah Sakit Umum Aisyiyah (RSUA) Ponorogo menyasar Desa Tanjung, Rabu, 21 Januari 2026, untuk memberikan layanan kesehatan kepada warga terdampak bencana alam.
Desa Tanjung merupakan kawasan permukiman transmigrasi yang dihuni sekitar 350 kepala keluarga. Pascabencana, akses dan layanan kesehatan di wilayah tersebut mengalami kendala, sehingga warga kesulitan mendapatkan pemeriksaan medis.
Salah satu relawan EMT RSUA Ponorogo, dr. Taufik Nur, menjelaskan bahwa Desa Tanjung dipilih karena kebutuhan layanan kesehatan yang cukup mendesak.
“Kami memilih Desa Tanjung karena pascabencana, warganya kesulitan memperoleh layanan kesehatan. Akses yang terbatas membuat sebagian warga tidak bisa menjangkau fasilitas kesehatan,” ujar dr. Taufik Nur.
Ia menambahkan, dalam pelaksanaan layanan kesehatan, tim EMT tidak terpaku pada satu titik layanan. Jika kondisi di lapangan tidak memungkinkan, relawan siap melakukan pelayanan secara door to door dengan mendatangi rumah warga.
“Kalau layanan kesehatan sulit dilakukan di satu titik, kami rela mendatangi rumah-rumah warga satu per satu. Apalagi rata-rata warga di wilayah ini bekerja sebagai petani,” jelasnya.
Adapun layanan kesehatan yang diberikan meliputi edukasi kesehatan, pemeriksaan medis, serta pemberian obat-obatan bagi warga yang mengeluhkan sakit.
“Selain pemeriksaan, kami juga memberikan edukasi kesehatan dan obat-obatan sesuai keluhan warga,” tambah dr. Taufik.
Seperti diinformasikan sebelumnya, RSUA Ponorogo mengirimkan relawan EMT ke wilayah terdampak bencana di Aceh selama kurang lebih 15 hari, terhitung mulai 15 hingga 29 Januari 2026.
Sebanyak delapan personel diterjunkan, terdiri dari dua dokter umum, empat perawat, satu petugas farmasi, dan satu petugas administrasi, untuk membantu pelayanan kesehatan dan pemulihan pascabencana.



