
Peduli terhadap persoalan bullying, tim dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema “Mewujudkan Generasi Muda Bebas Bullying”. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap di tiga lokasi berbeda, yaitu Muhammadiyah Boarding School (MBS) putra-putri dan Panti Asuhan Muhammadiyah Jetis pada 1–3 Desember 2025.
Dr. Dian Suluh Kusuma Dewi, MAP., dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan UMPO, mengatakan bullying merupakan salah satu permasalahan sosial yang masih marak terjadi di lingkungan pendidikan dan sosial, baik dalam bentuk verbal, fisik, maupun cyberbullying. “Dampaknya sangat serius, mulai dari penurunan kepercayaan diri, gangguan mental, hingga putus sekolah,” ujarnya. Terlebih di kalangan remaja dan anak-anak, bullying dapat menghambat proses tumbuh kembang serta merusak nilai-nilai sosial seperti empati, solidaritas, dan toleransi. Oleh karena itu, menurutnya perlu adanya upaya kolektif untuk mencegah dan menanggulangi fenomena ini sejak dini.
Dijelaskan, kegiatan ini dirancang dalam bentuk sosialisasi dan diskusi interaktif yang bertujuan membekali para siswa dan anak asuh dengan pemahaman mendalam tentang bullying, jenis-jenisnya, serta cara mencegah dan menghadapinya. Pendekatan komunikatif dan edukatif diterapkan agar peserta lebih mudah memahami materi serta terdorong membangun lingkungan yang lebih ramah, aman, dan bebas dari kekerasan.
Melalui program ini, Universitas Muhammadiyah Ponorogo ingin mendorong tumbuhnya generasi muda yang memiliki kesadaran sosial, empati, dan keberanian untuk menolak segala bentuk kekerasan. Ketiga lembaga yang menjadi lokasi kegiatan diharapkan dapat menjadi pelopor lingkungan pendidikan dan pengasuhan yang inklusif dan suportif, serta contoh nyata dalam upaya pemberantasan bullying di masyarakat.



