
Sempat viral kegiatan wisuda sarjana (S1) dan magister (S2) Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo di Graha Watu Dakon di hari pertama, Rabu 3 Desember 2025.
Dalam postingan tersebut merekam suasana haru ketika nama seorang mahasiswa dipanggil, orang tuanya maju berjalan layaknya wisudawan menggantikan anaknya yang telah almarhum. Dengan membawa pigura foto almarhum, ayah ibunya tersebut menggantikan anaknya, Jazuli Anwar (24 tahun), untuk mengambil ijazah sang buah hati.
Ridho Rukhamah, Kaprodi Magister Hukum Keluarga Islam UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, mengungkapkan jika suasana prosesi wisuda saat itu dipenuhi rasa haru. Kebetulan almarhum merupakan mahasiswa terbaiknya yang menempuh magister atau S2.
Mahasiswanya yang berasal dari Madiun itu juga menempuh pendidikan S1 di UIN, kemudian melanjutkan S2 di UIN Ponorogo juga. Saat pendidikan S2, ia mencoba ikut tes CPNS dan diterima, sehingga sudah bekerja dan penempatannya di Kantor Kementerian Agama Magetan.
Almarhum meninggal dunia dua bulan lalu karena penyakit maag kronis. Di tengah perjuangannya melawan sakit, ia masih bisa menyelesaikan pendidikan magisternya. Karenanya, saat orang tuanya maju ke atas panggung, hampir semua yang berada di arena wisuda menangis, termasuk sang ibu yang tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.
Sementara Hanif, teman satu kampus almarhum, mengatakan dirinya mengenal Jazuli Anwar dua tahun lalu. Kebetulan ia dan almarhum sama-sama dari Madiun. Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam lantaran dikenal sebagai sosok yang ramah, baik, dan pintar.
Teman-temannya bahkan tak menyangka jika almarhum memiliki riwayat penyakit maag kronis, sebab tidak pernah mengeluh sakit.



