
Musim penghujan membuat omzet sejumlah pengrajin sangkar burung menurun. Pasalnya, usaha mereka tidak bisa memproduksi sangkar secara maksimal. Salah satunya Harifin, pengrajin sangkar burung di Ronowijayan, Siman.
Cuaca yang sering mendung menyebabkan kayu yang digunakan untuk membuat sangkar tidak cepat kering, sehingga harus menunggu beberapa hari sebelum berlanjut ke proses pengecatan. Biasanya dalam seminggu ia bisa memproduksi lima unit sangkar jadi, namun sejak musim penghujan dalam dua pekan terakhir, hanya mampu menghasilkan delapan sangkar mentah.
Ia menjelaskan bahwa usahanya sangat bergantung pada sinar matahari untuk proses pengeringan. Jika dipaksakan kayu yang masih basah dicat, hasilnya tidak memuaskan dan bisa berujung pada komplain pelanggan.
Usaha kerajinan sangkar burung yang digelutinya kini sudah merambah pasar luar daerah karena dijual secara online. Untuk harga, bervariasi tergantung model dan bahan yang digunakan.



