
Rencana pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi yang akan memberikan izin pelaksanaan umroh mandiri menuai tanggapan beragam. Salah satunya datang dari pelaku usaha biro haji dan umroh di Ponorogo.
Novi Fitia Maliha, pelaku usaha dari Relasi Tour and Travel yang telah lama berkecimpung di dunia perjalanan haji dan umroh, mengaku sudah mendengar rencana tersebut. Menurutnya, kebijakan seperti ini biasanya mulai diterapkan awal tahun atau setelah musim haji.
“Sebelumnya regulasi tidak menyarankan untuk melakukan umroh mandiri, karena mayoritas jamaah umroh itu kaum senior atau sepuh. Kalau dibandingkan dengan generasi Z atau milenial, tentu berbeda,” ujar Novi, Senin (27/10/2025).
Ia menjelaskan, generasi muda saat ini sangat dimudahkan dengan berbagai layanan yang terhubung melalui gawai mereka, mulai dari pemesanan tiket, hotel, hingga transportasi lokal di Arab Saudi.
“Bisa dibilang, dibukanya izin umroh mandiri ini sangat memudahkan generasi muda untuk melakukan perjalanan ibadah umroh sesuai dengan keinginan mereka,” katanya.
Namun, Novi juga menilai bahwa kemudahan tersebut memiliki sisi minus, terutama bagi jamaah yang terbiasa dilayani penuh oleh pihak biro.
“Kalau umroh mandiri itu semua harus dilakukan sendiri, tidak ada yang melayani. Sedangkan kalau lewat travel, jamaah dilayani dari awal sampai akhir, hanya saja biayanya memang lebih mahal,” terangnya.
Dari pengalamannya, Novi menyebut bahwa perbedaan biaya antara umroh mandiri dan melalui travel tidak terlalu signifikan.
“Banyak yang sudah membuktikan, mau pakai travel atau mandiri biayanya hampir sama, kecuali kalau dapat tiket pesawat promo. Karena komponen biaya paling tinggi itu ada di tiket pesawat,” pungkasnya.



