Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Satreskrim Polres Ponorogo Amankan 23 Penggalang Dana Fiktif, Dana Sumbangan Dipakai Judi
  • Milad ke-27, Suryamart Akan Gelar Senam Massal
  • Relawan EMT RSUA Aisyiyah Bertugas di Puskesmas Pameu Aceh hingga Akhir Januari 2026
  • Medan Ekstrem dan Perjalanan Panjang, Relawan EMT RSU Aisyiyah Ponorogo Berjuang Layani Warga Aceh
  • Dukung Ketahanan Pangan, PDA Aisyiyah Ponorogo Luncurkan Beauty Garden
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2025
  • September
  • 24
  • Cerita PMI Ponorogo yang Bekerja di Hong Kong Hadapi Badai Topan Ragasa
  • Jelajah

Cerita PMI Ponorogo yang Bekerja di Hong Kong Hadapi Badai Topan Ragasa

Gema Surya FM Rabu 24 September 2025 | 12:19 WIB
AS

Badai Topan Ragasa yang mulai melanda kawasan Asia sejak Selasa, 23 September 2025, telah menghantam Filipina sebelum akhirnya bergerak menuju Taiwan, Hong Kong, Makau, hingga Provinsi Guangdong di China. Dampak badai yang cukup besar membuat otoritas setempat meningkatkan kewaspadaan.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong juga mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh WNI agar memprioritaskan keselamatan diri. Mereka diminta menghindari aktivitas luar ruangan yang berisiko membahayakan serta menaati arahan dan protokol yang dikeluarkan pemerintah setempat.

Ruli, seorang Pekerja Migran Indonesia asal Desa Gelang Lor, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, yang sudah enam tahun tinggal di wilayah Tuen Mun, New Territories, Hong Kong, membagikan pengalamannya saat badai menerjang. Menurutnya, warga diminta tidak keluar rumah dengan kondisi cuaca ekstrem ini. Bahkan sejumlah aktivitas, termasuk sekolah, diliburkan. Hanya pekerja di layanan publik, seperti rumah sakit, kepolisian, dan penyapu jalan, yang tetap bekerja.

Sebagai asisten rumah tangga, Ruli tetap bekerja di dalam rumah majikannya. Ia menjelaskan bahwa sejak adanya peringatan dini dari Hong Kong Observatory, ia dan warga lainnya sudah mempersiapkan kebutuhan bahan makanan dalam jumlah cukup agar tidak kesulitan ketika badai semakin buruk.

Ia mengaku tidak terlalu panik meski kondisi kali ini cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, badai tropis memang rutin melanda Hong Kong setiap tahun, biasanya antara bulan Mei hingga November. Namun Ruli menegaskan bahwa Topan Ragasa tahun ini adalah yang terburuk, karena levelnya sudah mencapai kategori 10, level tertinggi dalam skala peringatan badai di Hong Kong.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Produksi Kentang Pudak Belum Mampu Penuhi Kebutuhan Pasar Ponorogo
Next: Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2025, Polres Ponorogo Amankan 11 Pengedar, 2 Pelaku Perempuan

Related Stories

gdx
  • Jelajah

Satreskrim Polres Ponorogo Amankan 23 Penggalang Dana Fiktif, Dana Sumbangan Dipakai Judi

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 13:21 WIB
asz
  • Jelajah

Milad ke-27, Suryamart Akan Gelar Senam Massal

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 11:00 WIB
sz
  • Jelajah

Relawan EMT RSUA Aisyiyah Bertugas di Puskesmas Pameu Aceh hingga Akhir Januari 2026

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 10:25 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.