
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo terus melakukan terobosan untuk menumbuhkan ekosistem wisata di Bumi Reog. Salah satunya melalui program Karisma Event Ponorogo (KEPO) yang digagas untuk mengangkat potensi wisata berbasis desa.
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, mengatakan pihaknya telah meminta Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) agar melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap desa-desa wisata. Pendampingan itu mencakup pengelolaan media sosial, pengembangan kreativitas, hingga promosi wisata, tanpa meninggalkan kearifan lokal.
“Kami ingin masing-masing desa punya warna sendiri dalam pengembangan wisatanya. Banyak potensi wisata unggulan di Ponorogo yang akan diseleksi untuk masuk dalam program KEPO,” ujar Kang Giri, sapaan akrabnya.
Sejumlah tradisi dan potensi desa sudah masuk dalam radar program KEPO. Misalnya tradisi sebar koin dan tumpengan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Coper, Kecamatan Jetis, serta tradisi Methik Pari di Desa Glinggang, Kecamatan Sampung, yang rutin digelar tiap tahun. Selain itu juga ada potensi wisata Desa Klepu, Kecamatan Sooko.
Dalam setahun, setidaknya ada ratusan potensi wisata yang akan masuk program KEPO. Bahkan nantinya, satu desa bisa memiliki satu atau lebih potensi wisata unggulan yang dikembangkan. Harapannya, program ini mampu menumbuhkan ekosistem wisata yang kuat, berkelanjutan, dan berakar pada budaya lokal Ponorogo.



