Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Satreskrim Polres Ponorogo Amankan 23 Penggalang Dana Fiktif, Dana Sumbangan Dipakai Judi
  • Milad ke-27, Suryamart Akan Gelar Senam Massal
  • Relawan EMT RSUA Aisyiyah Bertugas di Puskesmas Pameu Aceh hingga Akhir Januari 2026
  • Medan Ekstrem dan Perjalanan Panjang, Relawan EMT RSU Aisyiyah Ponorogo Berjuang Layani Warga Aceh
  • Dukung Ketahanan Pangan, PDA Aisyiyah Ponorogo Luncurkan Beauty Garden
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2025
  • Agustus
  • 29
  • Miris, Ribuan Anak di Ponorogo Tercatat Tidak Sekolah, Ini Alasannya
  • Jelajah

Miris, Ribuan Anak di Ponorogo Tercatat Tidak Sekolah, Ini Alasannya

Gema Surya FM Jumat 29 Agustus 2025 | 13:37 WIB
DGF

Ribuan anak di Kabupaten Ponorogo masih tercatat tidak mengenyam pendidikan. Alasannya beragam, mulai dari anggapan bahwa sekolah tidak penting, keterbatasan ekonomi, hingga persoalan administratif seperti tidak memiliki akta kelahiran.

Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan Ponorogo, Yeni Kurniawati, menjelaskan bahwa anak-anak yang tidak sekolah terbagi dalam tiga kategori: belum pernah sekolah, putus sekolah (drop out), serta lulus tapi tidak melanjutkan.

Meski jumlahnya masih besar, Yeni menyebut ada penurunan dibanding tahun sebelumnya. Berdasarkan data sejak 27 April hingga 10 Juni 2025, anak yang belum pernah sekolah berkurang dari 1.511 menjadi 1.133 anak, artinya 378 anak sudah mau bersekolah kembali. Untuk kategori drop out turun dari 1.390 menjadi 1.369 anak. Sementara itu, anak yang lulus tapi tidak melanjutkan sekolah berkurang dari 1.877 menjadi 1.827 anak, dengan 50 anak kembali melanjutkan pendidikan.

“Banyak alasan mereka tidak bersekolah, seperti merasa cukup hanya sampai SD, tidak memiliki akta kelahiran, faktor ekonomi, kesehatan, bahkan yang bikin prihatin ada yang menganggap sekolah tidak penting,” ungkap Yeni.

Karena itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Saat ini program wajib belajar bukan lagi 12 tahun, melainkan mulai tahun depan berganti menjadi 13 tahun.

“Jika anak-anak putus sekolah, dampaknya sangat serius, bisa memicu pengangguran, potensi kerusakan moral, hingga gangguan sosial di masyarakat,” tegas Yeni.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Disetujui Kemenkeu, Pinjaman Rp100 Miliar Pemkab Ponorogo ke Bank Jatim Tinggal Selangkah Lagi
Next: Parkir Alon-Alon Ponorogo Hanya Khusus VIP, Berikut Kantong Parkir yang Disediakan Dishub

Related Stories

gdx
  • Jelajah

Satreskrim Polres Ponorogo Amankan 23 Penggalang Dana Fiktif, Dana Sumbangan Dipakai Judi

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 13:21 WIB
asz
  • Jelajah

Milad ke-27, Suryamart Akan Gelar Senam Massal

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 11:00 WIB
sz
  • Jelajah

Relawan EMT RSUA Aisyiyah Bertugas di Puskesmas Pameu Aceh hingga Akhir Januari 2026

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 10:25 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.