
Tanah longsor terjadi di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, Selasa (19/8) sekitar pukul 16.30 WIB. Material longsor menutup akses jalan utama Tulungagung–Ponorogo sepanjang kurang lebih 50 meter.
General Manager Kancab DAMRI Ponorogo, Hendri Martin, menyampaikan bahwa longsor terjadi di titik Kradenan Pagerwojo, sekitar 50–60 km dari Ponorogo atau 25–30 km dari Tulungagung.
Peristiwa tersebut berdampak pada operasional DAMRI, namun layanan trayek Ponorogo–Tulungagung tetap dilaksanakan melalui jalur alternatif terdekat.
Untuk armada dari Ponorogo, melalui jalur dari Kecamatan Bendungan. Perubahan rute membuat waktu tempuh bertambah sekitar 30–45 menit. Meski demikian, penumpang tetap memahami kondisi yang terjadi sehingga tidak menimbulkan keluhan.
menurutnya, animo masyarakat terhadap trayek ini juga terbilang cukup tinggi, di hari biasa saja rata-rata 30-50 persen. Sehingga DAMRI memastikan layanan tetap berjalan meskipun melalui jalur pengalihan. terbaru, ia menambahkan jalur kini sudah normal dan bisa dilalui kembali.



