Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Satreskrim Polres Ponorogo Amankan 23 Penggalang Dana Fiktif, Dana Sumbangan Dipakai Judi
  • Milad ke-27, Suryamart Akan Gelar Senam Massal
  • Relawan EMT RSUA Aisyiyah Bertugas di Puskesmas Pameu Aceh hingga Akhir Januari 2026
  • Medan Ekstrem dan Perjalanan Panjang, Relawan EMT RSU Aisyiyah Ponorogo Berjuang Layani Warga Aceh
  • Dukung Ketahanan Pangan, PDA Aisyiyah Ponorogo Luncurkan Beauty Garden
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2025
  • Agustus
  • 11
  • Pendapat Pengamat Politik Ponorogo Terkait Fenomena Pengibaran Bendera One Piece di Moment Hari Kemerdekaan RI
  • Jelajah

Pendapat Pengamat Politik Ponorogo Terkait Fenomena Pengibaran Bendera One Piece di Moment Hari Kemerdekaan RI

Gema Surya FM Senin 11 Agustus 2025 | 12:00 WIB
OPO

Fenomena pengibaran bendera Jolly Roger, simbol bajak laut dari anime Jepang One Piece, pada momen Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Tak terkecuali dari kalangan akademisi dan pengamat politik.

Salah satunya datang dari Ayub Dwi Anggoro, Ph.D, pengamat politik sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO). Ia menilai pengibaran bendera tersebut bukan sebagai tindakan makar, melainkan bentuk ekspresi sosial dari generasi muda, khususnya Gen Z.

“Fenomena ini harus dilihat sebagai bentuk refleksi terhadap kondisi sosial dan politik saat ini. Bukan untuk ditanggapi dengan kekerasan atau intimidasi, melainkan dibuka ruang diskusi untuk menampung aspirasi masyarakat,” ujar Ayub saat diwawancarai di kampus UMPO.

Menurut Ayub, pengibaran bendera bajak laut ini merupakan bentuk protes simbolik atas ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintah. Ia mengingatkan bahwa generasi muda saat ini memiliki cara unik dalam menyampaikan kritiknya.

“Mereka tidak sedang melakukan makar seperti yang dilakukan kelompok separatis atau organisasi terlarang. Ini adalah bentuk protes kreatif yang menunjukkan adanya keresahan,” jelasnya.

Ayub juga mengimbau agar pemerintah dan aparat penegak hukum tidak bertindak represif dalam merespons kejadian ini.

“Kalau dihadapi dengan cara-cara keras, justru berisiko menimbulkan gejolak yang lebih besar. Pendekatan persuasif dan dialog jauh lebih bijak dalam situasi seperti ini,” pungkasnya.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Aturan Mendapatkan Solar Diperketat Petani di Desa Wonoketro Pilih Tidak Tanami Lahan
Next: Satpol PP Tangkap Manusia Silver di Perempatan Jeruksing, Mengaku Tak Kuat Kerja karena Sakit

Related Stories

gdx
  • Jelajah

Satreskrim Polres Ponorogo Amankan 23 Penggalang Dana Fiktif, Dana Sumbangan Dipakai Judi

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 13:21 WIB
asz
  • Jelajah

Milad ke-27, Suryamart Akan Gelar Senam Massal

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 11:00 WIB
sz
  • Jelajah

Relawan EMT RSUA Aisyiyah Bertugas di Puskesmas Pameu Aceh hingga Akhir Januari 2026

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 10:25 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.